Wabah Flu Babi Afrika, Malaysia Larang Impor Babi Indonesia

CNN Indonesia | Senin, 23/12/2019 20:28 WIB
Pemerintah Malaysia melarang impor daging babi dari Indonesia sejak 13 Desember akibat wabah flu babi Afrika. Ilustrasi ternak babi. (afnewsagency/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Malaysia melarang impor daging babi dari Indonesia untuk sementara sejak 13 Desember. Penyebabnya adalah merebak wabah flu babi Afrika yang menjangkiti ternak babi di Indonesia.

Wakil Menteri Pertanian dan Industri Berbasis Pertanian Malaysia, Sim Tze Tzin, menyatakan penduduk Malaysia tidak perlu khawatir pelarangan impor babi dari Indonesia akan memicu kelangkaan pasokan dan kenaikan harga.
"Industri daging babi dalam negeri mencapai RM5 miliar (sekitar Rp16,8 miliar) dan 93 persen sudah mampu berkelanjutan. Pelarangan ini tidak mempengaruhi penjualan daging babi di Malaysia karena hanya 7 persen yang diimpor. Masyarakat tidak perlu khawatir akan ada kenaikan harga karena pelarangan impor tersebut," kata Sim seperti dikutip dari Phnom Penh Post, Senin (23/12).

Pemerintah Malaysia juga melarang para pelancong membawa produk yang berbahan babi dari luar negeri ke negara itu. Dia menyatakan pemerintah sudah memerintahkan aparat di setiap bandara untuk memeriksa koper dan seluruh barang bawaan para pendatang, karena saat ini adalah musim puncak masa liburan sekolah.


Sejak November lalu, Malaysia sudah melarang impor daging dan produk berbahan babi dari 10 negara yang terdampak wabah flu babi Afrika. Sim menyatakan Kementerian Kesehatan Malaysia sudah melakukan razia ke seluruh gerai swalayan untuk memeriksa seluruh produk daging dan olahan yang berbahan babi.

[Gambas:Video CNN]

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) membenarkan Kementerian Pertanian Indonesia sudah menyatakan wabah flu babi Afrika merebak. Kementan menyatakan wabah itu menjangkiti ternak babi di Sumatera Utara.

Sejumlah negara yang terjangkit wabah flu babi Afrika adalah Kamboja, China, Mongolia, Vietnam, Korea Selatan, Korea Utara, Laos, Myanmar, Filipina dan Timor-Leste,

Sampai saat ini diperkirakan sekitar 27 ribu ternak babi di Sumatera Utara sudah dimusnahkan. Sedangkan ribuan lainnya rentan terjangkit wabah tersebut.


Menurut Dinas Kesehatan Hewan Medan, sampai saat ini sekitar seribu sampai 2000 ternak babi diperkirakan meninggal setiap hari akibat flu babi Afrika. Di wilayah tersebut daging babi menjadi salah satu bahan makanan pokok bagi umat Nasrani setempat. (ayp/ayp)