KILAS INTERNASIONAL

Mahathir Soal Lawan Campur Tangan Asing hingga Militer Korut

AFP, CNN Indonesia | Senin, 23/12/2019 06:51 WIB
Mahathir Soal Lawan Campur Tangan Asing hingga Militer Korut Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. (Foto: AP Photo/Wason Wanichakorn)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengimbau negara-negara Muslim hingga Kim Jong-un yang memerintahkan peningkatan militer Korea Utara mengisi kilas internasional, Minggu (22/12).

Mahathir Minta Negara Muslim Lawan Campur Tangan Asing

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengimbau negara-negara Muslim untuk tidak mudah terpecah belah diadu domba oleh kekuatan asing. Menurutnya, negara asing lebih senang melihat sesama negara Muslim berperang satu sama lain supaya saling melemahkan.


"Selalu ada upaya campur tangan dari negara asing. Semua kekuatan besar ingin menggunakan pengaruhnya tanpa peduli bagaimana dampaknya terhadap negara kita. Namun, kita harus bisa melawan. Dan untuk bisa melawan, kita harus kuat dan mandiri," kata Mahathir dalam pidatonya dalam kegiatan Malaysia Muslim Summit di Kuala Lumpur, seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (20/12).

Mahathir juga menyinggung soal ketergantungan negara-negara Muslim terhadap bantuan dari negara lain yang menjadi celah intervensi. Dia menyarankan sengketa dan pertikaian di antara sesama negara Muslim melalui jalan negosiasi dan arbitrase ketimbang mengedepankan kekuatan otot.

"Yang kita lihat saat ini adalah negara-negara Muslim terlalu ketergantungan terhadap bantuan uang, peralatan dan kehidupan kita dari negara lain. Untuk bisa mandiri, kita harus menahan pengaruh negara lain yang ingin melihat sesama negara Muslim bertikai supaya kita tidak bisa menjadi kuat," ujar dia.


[Gambas:Video CNN]

Pasukan Filipina Selamatkan Pelaut Indonesia yang Diculik Abu Sayyaf

Pasukan Filipina menyelamatkan dua pelaut Indonesia berinisial SM dan ML yang diculik kelompok Abu Sayyaf pada Minggu pagi (22/12).

Keduanya termasuk diantara tiga pelaut Indonesia yang diculik oleh kelompok Abu Sayyaf pada September lalu di perairan Malaysia di dekat ujung selatan Mindanao, Filipina.

Seorang pejabat militer mengungkapkan bahwa, serangan pada markas militan Islam ini menewaskan dua orang yaitu tentara dan militan kelompok tersebut. Serangan ini terjadi selama 30 menit di pegunungan Panamao di Pulau Selatan Jolo

"Selama baku tembak, kedua korban (Indonesia) berhasil melarikan diri dan kami bisa menyelamatkan mereka," kata Komandan Militer Letnan Jenderal Cirilito Sobejana kepada AFP.

Kim Jong-un Perintahkan Peningkatan Kemampuan Militer Korut

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un dilaporkan media setempat telah melakukan pertemuan dengan pejabat militer untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara tersebut.

Diskusi itu dilakukan menjelang batas akhir Pyongyang untuk Amerika Serikat atas penawaran konsesi denuklirisasi.

Korea Utara sebelumnya pada awal bulan ini menjanjikan "hadiah Natal" kepada Amerika Serikat bila Washington masih bersikukuh atas keputusannya hingga akhir Desember.

Proses denuklirisasi telah menemui jalan buntu sejak pertemuan Hanoi di awal tahun yang gagal menghasilkan kesepakatan. (evn/evn)