Serangan Udara di Libya Saat Jam Sibuk Belanja, 2 Tewas

CNN Indonesia | Jumat, 27/12/2019 03:41 WIB
Serangan udara di area perbelanjaan Libya menewaskan sedikitnya dua warga sipil dan melukai 20 orang lainnya. Ilustrasi serangan udara. (AFP PHOTO/ARIS MESSINIS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Serangan udara di area perbelanjaan dekat ibu kota Libya menewaskan sedikitnya dua warga sipil dan melukai 20 orang lainnya. Serangan udara terjadi ketika daerah itu sedang sibuk dengan pembeli menjelang akhir pekan.

Wali Kota Zawiya, Jamal Baher mengatakan serangan udara di kotanya menghantam sebuah apotek, toko roti dan mobil yang diparkir di jalan. Serangan itu tepatnya berada pada 45 kilometer barat Tripoli.

"Dua orang tewas dan 20 lainnya terluka," katanya dikutip AFP.


Serangan datang di tengah pertempuran antara Pemerintah yang berbasis di Tripoli, Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB, dan pasukan Khalifa Haftar yang bermarkas di timur negara itu.


Ketegangan semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir karena Turki menyatakan siap mengerahkan pasukan di Libya untuk mendukung GNA.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri GNA Fathi Bashaga mengatakan pemerintahnya secara resmi mencari dukungan militer Turki untuk melawan serangan terhadap Tripoli yang diluncurkan oleh Haftar pada April lalu.

Turki mendukung GNA, berbasis di Tripoli melawan pasukan pemberontak pimpinan Haftar. Sementara Haftar didukung oleh Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab, negara-negara di mana Turki memiliki hubungan yang kurang baik.

Serangan Udara di Libya Saat Jam Sibuk Belanja, 2 TewasPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (AFP PHOTO/ADEM ALTAN)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang berada di Tunisia untuk membahas konflik di Libya, mengatakan parlemen Turki akan memberikan suara pada Januari tentang mosi untuk mengirim pasukan ke Libya terkait dukungan ke GNA.

"Insya Allah, kami akan meloloskannya di parlemen pada 8-9 Januari dan dengan demikian menanggapi undangan" dari GNA, kata Erdogan.


Komentarnya muncul setelah Parlemen Turki pada Sabtu lalu meratifikasi kesepakatan kerja sama keamanan dan militer dengan GNA.

Libya terjerumus dalam kekacauan penggulingan dan pembunuhan diktator lama Moamar Kadhafi dalam pemberontakan yang didukung NATO 2011. Sejak itu Libya menjadi terbagi antara dua kubu utama: GNA dan pemerintahan saingan di timur negara itu, didukung oleh Haftar.

GNA pada Kamis menuduh pasukan Haftar melakukan serangan udara mematikan di Zawiya. Tidak ada komentar segera dari Tentara Nasional Libya yang dirancang sendiri oleh Haftar.

Berdasarkan data PBB, setidaknya 284 warga sipil telah tewas dan 363 lainnya terluka sejak Haftar melancarkan ofensifnya merebut Tripoli. Puluhan ribu orang dikabarkan telah mengungsi dari rumah mereka.


[Gambas:Video CNN] (AFP/pmg)