Wali Kota Zawiya, Jamal Baher mengatakan serangan udara di kotanya menghantam sebuah apotek, toko roti dan mobil yang diparkir di jalan. Serangan itu tepatnya berada pada 45 kilometer barat Tripoli.
"Dua orang tewas dan 20 lainnya terluka," katanya dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketegangan semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir karena Turki menyatakan siap mengerahkan pasukan di Libya untuk mendukung GNA.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri GNA Fathi Bashaga mengatakan pemerintahnya secara resmi mencari dukungan militer Turki untuk melawan serangan terhadap Tripoli yang diluncurkan oleh Haftar pada April lalu.
Turki mendukung GNA, berbasis di Tripoli melawan pasukan pemberontak pimpinan Haftar. Sementara Haftar didukung oleh Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab, negara-negara di mana Turki memiliki hubungan yang kurang baik.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (AFP PHOTO/ADEM ALTAN) |
"Insya Allah, kami akan meloloskannya di parlemen pada 8-9 Januari dan dengan demikian menanggapi undangan" dari GNA, kata Erdogan.
Komentarnya muncul setelah Parlemen Turki pada Sabtu lalu meratifikasi kesepakatan kerja sama keamanan dan militer dengan GNA.
Libya terjerumus dalam kekacauan penggulingan dan pembunuhan diktator lama Moamar Kadhafi dalam pemberontakan yang didukung NATO 2011. Sejak itu Libya menjadi terbagi antara dua kubu utama: GNA dan pemerintahan saingan di timur negara itu, didukung oleh Haftar.
GNA pada Kamis menuduh pasukan Haftar melakukan serangan udara mematikan di Zawiya. Tidak ada komentar segera dari Tentara Nasional Libya yang dirancang sendiri oleh Haftar.
Berdasarkan data PBB, setidaknya 284 warga sipil telah tewas dan 363 lainnya terluka sejak Haftar melancarkan ofensifnya merebut Tripoli. Puluhan ribu orang dikabarkan telah mengungsi dari rumah mereka.
[Gambas:Video CNN] (afp/pmg)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (AFP PHOTO/ADEM ALTAN)