400 Orang Ditangkap saat Unjuk Rasa Tahun Baru di Hong Kong

CNN Indonesia | Kamis, 02/01/2020 20:54 WIB
400 Orang Ditangkap saat Unjuk Rasa Tahun Baru di Hong Kong Aksi demo Hong Kong saat tahun baru berakhir ricuh. (Foto: Philip FONG / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Hong Kong menangkap 400 orang yang terlibat dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh pada malam tahun baru, Rabu (1/1) lalu.

Ng Lok-chun, inspektor senior kepolisian mengatakan penangkapan dilakukan atas tuduhan kepemilikan senjata ofensif dan perakitan senjata yang melanggar hukum. Sebelumnya para pengunjuk rasa disebut mengabaikan peringatan polisi untuk membubarkan diri.

"Sayang, sekali lagi, para perusuh telah membajak prosesi hari ini, hingga polisi memutuskan untuk mengakhiri protes pada sore hari," ujar Ng seperti mengutip South China Morning Post.


Menurutnya aksi unjuk rasa sempat berjalan damai hingga pukul 14.30 waktu setempat. Namun beranjak sore, para pengunjuk rasa mulai melakukan aksi brutal dengan merusak kantor cabang HSBC di Hennessy Road, tak jauh dari titik unjuk rasa.

Tak hanya itu, Ng mengatakan pengunjuk rasa juga mulai melemparkan benda-benda keras ke arah polisi.

"Setelah memberikan peringatan, massa tetap tidak membubarkan diri hingga kemudian menembakkan gas air mata dan mengerahkan kendaraan taktis. Polisi juga telah memperingatkan untuk menghentikan serangan dan pengrusakan," ungkapnya dalam sebuah pernyataan resmi seperti dilansir UPI.

[Gambas:Video CNN]

Pada pukul 17.30 polisi kemudian membubarkan sekitar satu juta massa Front Hak Asasi Manusia Sipil dalam aksi demonstrasi. Kendati demikian, Ng mengatakan ketegangan antara massa dan polisi telah mereda.

Polisi kemudian terpaksa menangkap pedemo yang menolak membubarkan diri.

"Di hari pertama di 2020, polisi membubarkan pedemo dengan alasan yang tidak masuk akal. Pemerintah Hong Kong enggan mendengarkan suara massa yang melanggar hak berkumpul warga," ungkap seorang pedemo dari kelompok pro-demokrasi.

Puluhan ribu warga Hong Kong yang menggelar aksi unjuk rasa pada awal tahun 2020 berakhir ricuh dan bentrok dengan kepolisian. Aksi demo yang sempat berawal damai ini pecah ketika memasuki distrik Wan Chai.

Di saat polisi anti huru-hara menembakkan gas air mata dan semprotan merica untuk membubarkan massa, pengunjuk rasa membalas dengan melemparkan bom molotov. Pendemo yang berpakaian hitam dan bertopeng itu langsung menyiapkan barikade darurat.

Aksi unjuk rasa ini merupakan lanjutan dari demo yang dilakukan jutaan orang sejak Juni 2019. Sejak saat itu, polisi telah menangkap 6.500 orang yang terlibat unjuk rasa tersebut (evn/evn)