RI Ingatkan AS-Iran Ekskalasi Konflik akan Pengaruhi Dunia

AP, CNN Indonesia | Rabu, 08/01/2020 16:48 WIB
RI Ingatkan AS-Iran Ekskalasi Konflik akan Pengaruhi Dunia Menteri luar negeri, Retno Marsudi. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia memperingatkan Amerika Serikat dan Iran bahwa peningkatan konflik antara kedua negara itu tak hanya akan mempengaruhi stabilitas keamanan dan ekonomi di kawasan Timur Tengah, tapi juga di seluruh dunia.

Hal itu diutarakan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi merespons ketegangan antara Washington-Teheran usai serangan udara Amerika Serikat menewaskan perwira tinggi militer Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, di Baghdad, Irak.

Retno kembali berharap seluruh pihak terkait terutama AS dan Iran bisa menahan diri untuk tidak mengambil langkah yang dapat memperburuk eskalasi.


"Saya sudah bertemu dubes AS-Iran, concern sudah kami sampaikan kepada mereka dengan satu harapan semua pihak bisa menahan diri karena kita tahu kalau terjadi eskalasi maka dampaknya tidak akan dapat terlokalisir," kata Retno usai memberikan pernyataan pers tahunan di kantornya pada Rabu (8/1).

"Dampaknya bisa dirasakan oleh kawasan maupun dunia termasuk ekonomi dunia. Tanpa eskalasi saja sekarang (ekonomi) sudah cukup tertekan saat ini," tuturnya menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

Sejak kematian Soleimani, kawasan Timur Tengah kembali memanas. Iran bersumpah akan membalas serangan pesawat nirawak AS tersebut.

Sejumlah serangan roket baru-baru ini juga menghantam basis AS di Irak. Ketegangan kedua negara tersebut dikhawatirkan banyak pihak bisa memicu konflik terbuka baru pecah di Timur Tengah.

Merespons situasi itu, Retno menuturkan pemerintah Indonesia telah mempersiapkan rencana kontingensi, termasuk kemungkinan mengevakuasi WNI dari Irak dan Iran jika situasi tak kunjung membaik.

"Begitu ada kejadian, kita sudah berkoordinasi dengan para duta besar kita di kawasan untuk menyusun contingency plan demi mengantisipasi jika terjadi peningkatan eskalasi. Kemarin saya juga sudah berbicara dengan panglima untuk menyampaikan segala kemungkinan yang terjadi (terkait WNI)," ucap Retno. (rds/evn)