KBRI Imbau WNI di Iran Bersiap Evakuasi jika Situasi Memburuk

CNN Indonesia | Rabu, 08/01/2020 15:04 WIB
KBRI Imbau WNI di Iran Bersiap Evakuasi jika Situasi Memburuk Ilustrasi unjuk rasa di Teheran, Iran. (ATTA KENARE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedutaan Besar RI di Teheran telah mengimbau sebanyak 474 warga Indonesia yang bermukim di Iran untuk waspada dan bersiap jika sewaktu-waktu harus dievakuasi. Sebab, kondisi di kawasan Timur Tengah semakin memburuk akibat pertikaian Amerika Serikat dan Iran yang memburuk.

Duta Besar RI di Teheran, Octaviano Alimudin, menuturkan sebagian besar WNI tinggal di Kota Teheran dan Qom. Sebagian besar WNI di sana, paparnya, merupakan pelajar dan mahasiswa.


"Saat ini kami melihat daerah Iran yang berbatasan dengan Irak jadi itu yang kami perhatikan lebih dahulu. Ada beberapa WNI yang sudah kami imbau untuk siap-siap evakuasi karena kami menghindari adanya serangan balasan di wilayah itu," kata Octaviano kepada wartawan di Kemlu RI, Jakarta, Rabu (8/1).


Octaviano menuturkan ada sekitar tiga WNI yang tinggal di perbatasan Irak-Iran. Ketiga WNI itu, katanya, juga telah melakukan persiapan jika harus dievakuasi dan rutin berkomunikasi dengan KBRI.

"Kami cek keadaan para WNI ini melalui pengumuman KBRI, media sosial, tapi juga di grup WhatsApp. Kami kontak satu-satu," kata Octaviano.

Octaviano menuturkan setiap perwakilan RI termasuk KBRI Teheran telah memiliki skenario untuk menghadapi keadaan darurat.

"Ketika ada serangan balik sudah terjadi di satu sisi, kita lakukan evakuasi," kata Octaviano saat ditanya situasi darurat yang mengharuskan melakukan evakuasi WNI.

Serangan drone Amerika Serikat yang menewaskan jenderal Iran, Qasem Soleimani, pada Jumat pekan lalu menyebabkan ketegangan di Timur Tengah.

[Gambas:Video CNN]

Serangan itu diperintahkan langsung oleh Presiden Donald Trump, yang mengklaim bahwa Teheran tengah merencanakan serangan terhadap warga dan aset Negeri Paman Sam di Timur Tengah.

Iran mengutuk keras serangan AS tersebut dan bersumpah akan membalas kematian Soleimani dengan ganjaran yang seberat-beratnya.

Sejak itu, sejumlah serangan roket menghantam basis AS di Irak. Ketegangan kedua negara tersebut dikhawatirkan banyak pihak bisa memicu konflik terbuka baru pecah di Timur Tengah.

Sejauh ini, sejumlah negara seperti Korea Selatan dan Filipina telah memerintahkan untuk mengevakuasi warga-warganya dari Irak.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri India sudah menerbitkan peringatan perjalanan kepada warganya untuk tidak bepergian ke Irak, akibat situasi ini.


"Warga India yang berada di Irak diimbau waspada dan dilarang bepergian di dalam Irak untuk sementara. Kedutaan besar kami di Baghdad dan konsulat di Erbil akan terus melayani seluruh warga India di Irak," demikian isi pernyataan Kemenlu India, seperti dilansir CNN.

Sedangkan pemerintah Pakistan mengimbau warganya waspada saat bepergian ke Irak. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Alsha Farooqui, menyatakan mereka tidak melarang warga Pakistan tetap berkunjung ke Irak.

"Warga Pakistan yang berencana mengunjungi Irak diharapkan dalam kewaspadaan tinggi terkait situasi keamanan di kawasan tersebut," kata Farooqui. (rds/ayp)