Maskapai Internasional Hindari Wilayah Udara Irak dan Iran

CNN Indonesia | Kamis, 09/01/2020 00:25 WIB
Maskapai Internasional Hindari Wilayah Udara Irak dan Iran Ilustrasi tembakan rudal. (Ozan KOSE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa maskapai internasional menyatakan akan menghindari wilayah udara Iran dan Irak. Kebijakan tersebut mereka ambil setelah Teheran menembakkan rudal balistik ke pangkalan militer yang menampung pasukan AS di Irak.

Dari Jerman, Lufthansa mengatakan telah menghentikan penerbangan berlebih dari Iran dan Irak hingga pemberitahuan lebih lanjut. Dari Rusia, Badan Transportasi Udara Federal negara tersebut mengatakan telah merekomendasikan maskapai untuk menghindari ruang udara di atas Iran, Irak dan Teluk Persia dan Oman.

Rekomendasi mereka berikan karena terbang ke wilayah udara Irak dan Iran bisa membahayakan keselamatan penerbangan penumpang internasional.


Dari Perancis, seorang juru bicara Air France mengatakan, "Air France telah memutuskan untuk menangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut semua penerbangan melalui wilayah udara Iran dan Irak".

Operator yang mengambil keputusan serupa termasuk Air Canada, Air India, Malaysia Airlines, LOT Polandia, Singapore Airlines, Swiss dan Quantas.

Meskipun demikian, Lufthansa dan unit Austrian Airlines-nya memutuskan untuk mempertahankan penerbangan ke ibukota Iran, Teheran.

Tetapi Austrian Airlines menambahkan bahwa karena Bandara Teheran terbuka dan tidak ada batasan keamanan untuk rute terdekat atau daerah di sekitar bandara, mereka akan mengoperasikan penerbangan hari ini ke Teheran dengan penundaan sekitar enam jam.

Tapi, "Lufthansa juga berencana untuk melanjutkan rute besok," kata maskapai itu seperti dikutip dari AFP, Kamis (9/1).

Iran meluncurkan lebih dari 20 rudal di pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan AS pada Rabu (8/1) dini hari, kata para pejabat di Washington dan Teheran.

Pemimpin tertinggi Iran menyebut serangan itu merupakan tamparan yang diberikan negaranya kepada AS setelah Negeri Paman Sam tersebut  membunuh komandan militer Iran Qasem Soleimani pekan lalu.

[Gambas:Video CNN]



(agt/agt)