Iran Libatkan Boeing dan Ukraina Cari Penyebab Pesawat Jatuh

CNN Indonesia | Jumat, 10/01/2020 19:21 WIB
Iran Libatkan Boeing dan Ukraina Cari Penyebab Pesawat Jatuh Iran melibatkan Ukraina dan Boeing untuk mencari penyebab jatuhnya pesawat Boeing 737 milik Ukraine International Airlines. (Foto: Rouhollah VAHDATI / ISNA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi mengatakan akan melibatkan pemerintah Ukraina dan Boeing untuk menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat pada Rabu (8/1) pagi waktu setempat.

Dilansir kantor berita IRNA, Mousavi juga mengatakan pihaknya juga terbuka jika para ahli dari negara-negara asal korban tewas untuk ikut serta melakukan investigasi.

Pernyataan ini berbanding terbalik dengan sikap Iran yang sebelumnya berkeras tidak akan melibatkan Boeing untuk proses investigasi, kendati dua kotak hitam sudah ditemukan.


Dalam kesempatan yang sama, Mousavi juga mendesak PM Kanada Justin Trudeau atau pemerintah negara lain untuk terlibat dalam proses penyelidikan.

Mansour Darajati, Direktur Pelaksana Kantor Gubernur Teheran yang bertanggung jawab atas manajemen krisis mengatakan tim penyelamat telah menyelesaikan proses pencarian jenazah. Ia juga melaporkan seluruh jenazah sudah tidak utuh.

[Gambas:Video CNN]

Pesawat Boeing 737 milik maskapai Ukraina International Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini, Iran.

Pesawat yang membawa 176 penumpang dan kru itu dinyatakan tewas.

Laporan yang dirilis otoritas penerbangan Iran mengungkapkan bahwa pesawat sempat berputar balik ke arah bandara sebelum jatuh. Hanya saja pilot dilaporkan tidak mengirimkan pesan radio terkait kemungkinan kerusakan pesawat.

Namun, sumber intelijen media AS mengungkapkan pesawat jatuh lantaran terkena tembakan rudal militer Iran.

Tuduhans erupa diamini oleh Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau yang mengklaim pihaknya memiliki data dari berbagai sumber intelijen yang menunjukkan pesawat itu jatuh setelah tertembak rudal Iran. (evn)