Muntahkan Lava Panas, Erupsi Gunung Taal Berpotensi Berbahaya

CNN Indonesia | Rabu, 15/01/2020 10:47 WIB
Muntahkan Lava Panas, Erupsi Gunung Taal Berpotensi Berbahaya Gunung Taal di Filipina erupsi dan mengalami peningkatan aktivitas. (Foto: AP Photo/Aaron Favila)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gunung Taal di Filipina kembali memuntahkan lava panas pada Selasa (14/1) disertai gempa bumi vulkanik akibat meningkatnya aktivitas magma. Hal ini menandakan potensi letusan gunung Taal yang lebih besar dan berbahaya dibandingkan sebelumnya.

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina mengungkapkan gunung Taal telah memuntahkan lava panas setinggi 800 meter ke udara.

Tercatat lebih dari 350 gempa vulkanik terjadi di dekat gunung Taal sejak Minggu (12/1) hingga Selasa. Sekitar 50 gempa vulkanik tercatat terjadi selama kurun waktu delapan jam pada Selasa.


Kepala Institut Vulkanologi dan Seismologi, Renato Solidum mengungkapkan peningkatan aktivitas ini merupakan peringatan potensi hujan abu yang bisa berimbas ke desa-desa di sekitar gunung Taal.

"Kecepatan naiknya magma sangat penting menentukan kapan gunung berapi mulai erupsi. Setelah erupsi, aktivitas gunung akan berangsur-angsur membuat lava membeku saat di darat," ungkap Solidum.

"Hingga kini kami belu melihat penurunan aktivitas dan gempa bumi juga masih terus terjadi," tambahnya.

[Gambas:Video CNN]

Dilaporkan Associated Press, hingga kini lebih dari 38 ribu warga telah dievakuasi ke 200 titik. Sekitar enam orang di kota Tagaytay di provinsi Cavite dibawa ke rumah sakit setelah menderita gangguan pernapasan.

Jumlah pengungsi berpotensi akan terus bertambah. Warga diperingatkan untuk menjauhi daerah-daerah yang berpotensi tinggi erupsi gunung Taal.

Akibat peningkatan aktivitas gunung Taal, sejumlah kantor pemerintah dan sekolah ditutup sementara. Aktivitas penerbangan juga sempat terganggu lantaran abu vulkanik bertiup hingga ke Manila yang berjarak 65 kilometer dari gunung Taal.

Manajer bandara Manila mengatakan lebih dari 500 penerbangan internasional dan domestik dibatalkan dan ditunda karena bandara sempat ditutup pada Minggu hingga Senin. Sekitar 80 ribu penumpang terkena imbas penutupan bandara.

"Semoga arah angin tidak berubah [ke arah utara]. Selama abu vulkanik tidak sampai Manila, maka aktivitas bandara tetap berjalan normal," ujar Monreal.

Gunung Taal terakhir erupsi pada 1965 hingga menewaskan ratusan warga. Gunung yang berada di pulau seluas 311 meter ini merupakan gunung aktif kedua di Filipina. (AP/evn)