Koala Terancam Punah Akibat Karhutla Australia

CNN Indonesia | Kamis, 16/01/2020 20:11 WIB
Koala Terancam Punah Akibat Karhutla Australia Kebakaran hutan dan lahan di Australia mengancam populasi hewan di alam liar. (Foto: Jordan Whitt/StockSnap)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Lingkungan Australia Sussan Ley mengatakan koala menjadi hewan yang terancam punah akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sejak September 2019. Padahal populasi koala di alam liar menjadi tumpuan eksistensinya dalam jangka panjang.

Sejumlah peneliti dari universitas memperkirakan lebih dari satu miliar hewan termasuk mamalia, burung, dan reptil terbunuh karena kobaran api. Sepertiga dari jumlah koala di alam liar diperkirakan turut menjadi korban kebakaran hutan.

Salah satunya populasi hewan yang mendiami Taman Nasional Flinder Chase di Kangaroo Island. Selain koala, kakatua raja, dan dunnart (hewan pengerat menyerupai tikus) juga terancam punah karena habitat dan keterbatasan pasokan makanan.


Hingga kini tim penyelamat berupaya menyisir Taman Nasional Flinder Chase untuk mencari hewan yang kelaparan, hilang, dan mengalami luka-luka.

"Setiap hari, hewan berpacu dengan waktu, kondisinya semakin lemah dan organ juga lebih rentan mengalami kerusakan karena habitat yang sudah rusak," ujar Kelly Donithan, spesialis respons krisis dari lembaga Humane Society International saat berpatroli di Kangaroo Island.

Seperti halnya koala, lokasi yang biasanya dipenuhi wisatawan itu berubah menjadi pulau mati. Tak ada lagi suara kicauan burung yang kerap mengiasi langit Pulau Kanguru.

[Gambas:Video CNN]

Dilansir AFP, tim peneliti mencatat populasi dunnart juga masuk dalam daftar mengkhawatirkan. Populasi hewan serupa tikus itu bahkan sudah masuk dalam daftar terancam punah sebelum terjadi karhutla.

Dunnart banyak mendiami sisi barat Pulau Kanguru. Sementara di lokasi yang sama menjadi titik kebakaran terparah. Hingga kini daerah tersebut masih ditemukan titik api.

"Kami rasa jumlahnya (dunnart) hanya sekitar 500 ekor (sebelum karhutla)," ujar pimpinan Kebun Binatang Australia Selatan, Elaine Bensted kepada ABC.

Taman Nasional Flinders Chase adalah rumah bagi kanguru, koala, dan echidna.

Kebakaran dimulai di Kangaroo Island - yang berada di lepas pantai barat daya Adelaide - sejak 20 Desember 2019 dan kini telah membakar lebih dari 1.000 kilometer persegi kawasan tersebut.

"Kebakaran hutan telah melalap sebagian besar Taman Nasional Flinders-Chase, termasuk infrastruktur penunjang," kata Perdana Menteri Australia Selatan, Steven Marshall.

"Australia kehilangan satwa liar di pulau itu dalam jumlah yang sangat signifikan," katanya. (AFP/evn)