Perempuan AS Dibui karena Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata

CNN Indonesia | Sabtu, 18/01/2020 00:50 WIB
Perempuan AS Dibui karena Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata Seorang wanita di Amerika Serikat dihukum 25 tahun penjara karena meracuni suami dengan obat tetes mata. (Istockphoto/simpson33)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang wanita di Amerika Serikat dihukum 25 tahun penjara karena meracuni suami dengan obat tetes mata. Wanita bernama Lana Sue Clayton (53) itu meneteskan obat mata ke air minum suaminya, Steven Clayton (64).

Dikutip dari AFP, Jumat (17/1), Lana mengakui perbuatan itu dilakukan di rumah mereka di Clover, Charlotte, South Carolina antara 19 dan 21 Juli 2018.

Steven awalnya dinyatakan meninggal karena sebab alami. Namun, hasil tes autopsi toksikologi menunjukkan kandungan zat beracun tetrahydrozoline terdapat dalam tubuh Steven. Zat itu biasa ditemukan dalam obat tetes mata.

"Petugas menemukan kandungan tetrahydrozoline dalam tubuh, maka kami membuka kasus ini karena itu sangat tidak biasa bagi kami," kata pejabat informasi publik
York County Sheriff, Trent Faris dilansir dari WBTV.


Lana ditangkap pada Agustus 2018 dan didakwa pasal pembunuhan. "Dari sekian banyak kasus pembunuhan yang pernah saya tangani, ini mungkin paling aneh," kata Hakim Pengadilan South Carolina Paul Burch.
[Gambas:Video CNN]
Lana sendiri mengaku tega meracuni suaminya karena merasa telah dilecehkan.

"Saya secara impulsif memasukkan obat tetes mata ke dalam minuman Steven, dan saya melakukan itu untuk membuatnya sakit dan tidak nyaman. Saya kesal dengan pelecehan itu dan hanya ingin dia meninggalkan saya sendirian," kata Lana di persidangan

Mantan perawat di Departemen Urusan Veteran itu mengaku menggunakan obat tetes mata karena terinspirasi dari sebuah film. Namun, dia tidak berpikir obat itu akan menyebabkan kematian, hanya diare.

Namun jaksa mematahkan pembelaan Lana. Kata jaksa, wanita itu membunuh suaminya atas alasan uang. Dia melemparkan ponsel suaminya ke danau dan kemudian membakar surat wasiat.

Menurut jaksa, pada tahun 2016 dia juga pernah menembak kepala suaminya dengan panah. Tetapi saat itu insiden tersebut dinyatakan sebagai kecelakaan. "Aku tidak pernah berpikir itu akan membunuhnya," kata Lana

Meskipun tidak biasa, ini bukan pertama kalinya obat tetes mata muncul dalam kasus pembunuhan. Pada Desember 2019, seorang pria dari North Carolina dituduh membunuh istrinya pakai obat tetes mata. (dea)