Trump Pamer Detik-Detik Serangan AS Tewaskan Jenderal Iran

CNN Indonesia | Minggu, 19/01/2020 14:02 WIB
Trump Pamer Detik-Detik Serangan AS Tewaskan Jenderal Iran Presiden AS Donald Trump. (Lee Jin-man / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump kembali mengungkap detail baru terkait serangan drone Amerika Serikat yang menewaskan salah satu jenderal berpengaruh di Iran, Qasem Soleimani, pada 3 Januari lalu di Irak.

Detail serangan yang sempat dikhawatirkan memicu konflik terbuka dengan Iran itu diungkapkan Trump kepada para donor partainya, Partai Republik, dalam malam penggalangan dana di resort pribadinya di Mar-a-Lago, Florida, Jumat (17/1).

Trump bercerita bahwa komandan militer AS yang memimpin serangan pesawat tak berawak itu secara langsung melaporkan kepadanya waktu yang tersisa bagi Soleimani dan rombongannya sebelum tewas.


"Kamera pengintai mengawasi bermil-mil di langit, hitungan mundur, dan kemudian boom!" kata Trump menceritakan saat-saat terakhir Soleimani tewas.

"Mereka (militer AS) berkata Pak Presiden, mereka (rombongan Soleimani) memiliki waktu dua menit dan 11 detik lagi. Mereka sedang berada di mobil lapis baja. Pak mereka punya waktu 30 detik, 10 detik, sembilan, delapan ... lalu tiba-tiba boom!" tuturnya menambahkan.

Trump juga mengatakan secara tersirat bahwa Soleimani semula tidak terkalahkan namun akhirnya takluk oleh serangan AS.

Pernyataan Trump itu terungkap dari sebuah rekaman suara yang bocor ke media. CNN yang pertama kali menyiarkan rekaman pernyataan Trump tersebut.

Dalam rekaman itu, Trump mengklaim Soleimani selalu mengatakan hal-hal yang buruk tentang Amerika. Ia juga mengklaim bahwa jenderal yang memimpin pasukan elit Garda Revolusi Iran itu berencana menyerang AS.

"Dia (Soleimani) berkata, 'kami akan menyerang Anda. Kami akan membunuh orang-orangmu'. Saya berkata, 'berapa banyak omong kosong yang harus kita dengarkan?" ucap Trump seperti dilansir AFP.

Di depan petinggi dan donor partai Republik, Trump mengakui bahwa serangan AS itu mengguncang dunia. Namun, menurutnya Soleimani pantas menerima serangan itu karena bertanggung jawab atas "pembunuhan ribuan orang Amerika".

Akibat pembunuhan Soleimani itu, relasi AS-Iran kembali memanas. Teheran bersumpah akan membalas dendam atas serangan drone Washington tersebut.

Beberapa hari setelah kematian Soleimani, Iran meluncurkan belasan roket dan rudal dalam beberapa kesempatan ke sejumlah pangkalan militer dan kedutaan AS di Irak.

Meski begitu, serangan Iran itu tak menimbulkan korban jiwa, hanya sedikitnya 11 personel AS terluka dan kerusakaan yang tidak signifikan.

[Gambas:Video CNN]

(rds/ard)