Kanada Desak Iran Beri Kotak Hitam Pesawat Ukraina ke Prancis

CNN Indonesia | Sabtu, 18/01/2020 13:45 WIB
Kanada Desak Iran Beri Kotak Hitam Pesawat Ukraina ke Prancis Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. (Sean Kilpatrick/The Canadian Press via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mendesak Iran untuk menyerahkan kotak hitam pesawat Ukraina yang jatuh akibat ditembak rudal ke Prancis untuk dianalisis.

Menurut Trudeau, Prancis memiliki laboratorium yang mampu membaca kotak hitam dengan baik.

"Iran tidak memiliki keahlian teknis dan peralatan untuk menganalisis kotak hitam yang rusak ini dengan cepat," kata Trudeau dalam konferensi pers, Jumat (17,1) seperti dikutip dari AFP.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Ukraina Vadym Prystaiko, mengatakan Iran siap menyerahkan kotak hitam itu ke negaranya.


Prystaiko mengatakan Teheran akan bekerja sama dengan tim penyelidik dari Kanada, negara yang warganya menjadi korban paling banyak dalam insiden tersebut.

"Setelah itu, pihak Iran siap untuk mengirim kotak hitam ke Ukraina," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Pesawat Ukraine International Airlines itu jatuh pekan lalu tak lama setelah lepas landas dari Teheran hingga menewaskan seluruh 176 penumpang dan awak.

Para korban terdiri dari 57 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 17 warga Swedia, empat warga Afghanistan dan empat orang berkewarganegaraan Inggris dan Iran.

Insiden itu terjadi ketika Iran tengah bersiaga untuk membalas serangan drone Amerika Serikat yang menewaskan jenderal mereka, Qasem Soleimani di Irak.

Pasukan Garda Revolusi Iran tak sengaja menembak pesawat itu dua kali dengan rudal hingga menewaskan seluruh penumpang dan awak.

Pesawat Boeing 737 nomor penerbangan PS752 itu berencana menuju Kanada. Mereka terdiri dari mahasiswa, pasangan suami istri yang baru menikah, dokter, orang tua dan anak berusia satu tahun. (dea)