Seperti dilansir The Straits Times, Jumat (24/1), Wakil Direktur Eksekutif Grup Shangri-La untuk Asia Tenggara dan Australasia, Josef Dolp, menyatakan empat pekerja hotel tersebut saat ini dalam kondisi sehat. Mereka tidak menunjukkan tanda-tanda terjangkit virus tersebut.
"Kamar tempat tamu hotel tersebut menginap kami sterilkan dengan disinfektan. Kami akan tetap waspada dan membantu aparat untuk proses penyelidikan," kata Dolp.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang penghuni lelaki berusia 66 tahun yang berasal dari Wuhan dan terjangkit virus corona masuk ke Singapura pada 20 Januari 2020. Pria itu mengalami sakit tenggorokan tetapi tidak demam selama penerbangan ke Singapura.
[Gambas:Video CNN]
Sehari setelahnya pasien ini mengalami demam dan batuk. Kemudian pada 22 Januari dia diperiksa dan diisolasi di Singapore General Hospital (SGH).
Selain pasien pria, Singapura juga menyatakan ada wanita 53 tahun asal Wuhan yang terdeteksi pemeriksaan awal positif virus corona. Wanita ini sekarang juga berada di area isolasi untuk mencegah penyebaran.
Lihat juga:Virus Corona Menyebar Sampai Singapura |
Sampai saat ini dilaporkan sudah 25 orang yang terjangkit virus corona jenis baru itu meninggal. Diduga virus tersebut dibawa oleh hewan yang diperdagangkan di pasar ikan di Kota Wuhan, China. (ayp/ayp)