Singapura Sterilkan Kamar Hotel Dihuni Pengidap Virus Corona

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 11:32 WIB
Singapura Sterilkan Kamar Hotel Dihuni Pengidap Virus Corona Ilustrasi. Aparat Singapura mensterilkan sebuah kamar hotel yang sempat dihuni seorang warga China terjangkit virus Corona. (NICOLAS ASFOURI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aparat Singapura memutuskan mensterilkan dan menutup sebuah kamar di Hotel Shangri-La Rasa Sentosa, yang sempat dihuni oleh seorang warga China terjangkit virus Corona. Empat staf hotel yang sempat memberikan pertolongan pertama dan membawa pasien ke rumah sakit juga diminta tidak meninggalkan kediaman mereka terlebih dulu.

Seperti dilansir The Straits Times, Jumat (24/1), Wakil Direktur Eksekutif Grup Shangri-La untuk Asia Tenggara dan Australasia, Josef Dolp, menyatakan empat pekerja hotel tersebut saat ini dalam kondisi sehat. Mereka tidak menunjukkan tanda-tanda terjangkit virus tersebut.


"Kamar tempat tamu hotel tersebut menginap kami sterilkan dengan disinfektan. Kami akan tetap waspada dan membantu aparat untuk proses penyelidikan," kata Dolp.


Dolp menyatakan mereka saat ini juga menggiatkan proses pembersihan terkait penyebaran virus tersebut. Mereka juga menempatkan pemindai suhu tubuh untuk memeriksa para tamu dan staf hotel.

Seorang penghuni lelaki berusia 66 tahun yang berasal dari Wuhan dan terjangkit virus corona masuk ke Singapura pada 20 Januari 2020. Pria itu mengalami sakit tenggorokan tetapi tidak demam selama penerbangan ke Singapura.

[Gambas:Video CNN]

Sehari setelahnya pasien ini mengalami demam dan batuk. Kemudian pada 22 Januari dia diperiksa dan diisolasi di Singapore General Hospital (SGH).

Selain pasien pria, Singapura juga menyatakan ada wanita 53 tahun asal Wuhan yang terdeteksi pemeriksaan awal positif virus corona. Wanita ini sekarang juga berada di area isolasi untuk mencegah penyebaran.


Sampai saat ini dilaporkan sudah 25 orang yang terjangkit virus corona jenis baru itu meninggal. Diduga virus tersebut dibawa oleh hewan yang diperdagangkan di pasar ikan di Kota Wuhan, China. (ayp/ayp)