Virus Corona Menyebar ke Malaysia dan Australia

AP, CNN Indonesia | Sabtu, 25/01/2020 11:23 WIB
Virus Corona Menyebar ke Malaysia dan Australia Ilustrasi pencegahan virus corona. Sepekan terakhir jumlah korban tewas akibat virus corona meningkat dan mencapai 41 orang pada Sabtu (25/1).(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Australia memastikan seorang warga positif terinfeksi virus Corona di negara bagian Victoria, Sabtu (25/1), sementara pada hari ini Malaysia pun mengumumkan tiga warga positif.

Di Australia, pemerintah setempat menyatakan pria berusia 50 tahun positif terinfeksi dan saat ini diisolasi. Pasien pada 19 Januari lalu tiba di Melbourne setelah berpergian ke Wuhan, kota yang menjadi pusat penyebaran virus yang menyebabkan penyakit mirip SARS tersebut.

Pemerintah Australia mengatakan bahwa mereka telah melaksanakan prosedur secara ketat dalam menangani kasus tersebut, termasuk mengisolasi pasien.


"Sepemahaman saya, pasien terkena pneumonia dan saat ini dalam kondisi yang stabil," kata Profesor Brendan Murphy, kepala petugas medis di Australia.

Sementara Menteri Kesehatan Australia Jenny Mikakos menyerukan agar warga Australia tidak panik.

"Penting untuk ditegaskan bahwa masyarakat tidak memiliki alasan untuk khawatir," ucap Jenny Mikakos.
Virus Corona Menyebar ke Malaysia dan Australia

Sementara di Malaysia, tiga orang yang berasal dari satu keluarga juga positif terinfeksi virus corona. Ketiganya selama beberapa hari terakhir telah dikarantina di suatu hotel di Johor Baru, dan merupakan kerabat dari pria yang juga dinyatakan positif virus corona di Singapura.

Dikutip dari New Strait Times, saat ini ketiga pasien telah dipindahkan ke Rumah Sakit Sungai Buloh.

Pada Sabtu, jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona mencapai 41 orang dan jumlah terinfeksi mencapai 1.300 di seluruh dunia. Kasus ditemukan di Thailand, Vietnam, Korea Selatan, Perancis, Makau, Singapura, Nepal, Hong Kong, dan Amerika Serikat.

Sebagian besar kasus dan seluruh korban meninggal sejauh ini berada di Wuhan, kota yang saat ini telah dikarantina oleh pemerintah China.

Warga Australia pada Sabtu didesak untuk tidak mengunjungi Provinsi Hubei di China, yang merupakan pusat penyebaran wabah.

"Pembatasan perjalanan secara ketat diberlakukan di Wuhan dan sejumlah kota lainnya di Provinsi Hubei," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Australia.

"Jika anda berkunjung ke Provinsi Hubei saat ini anda mungkin tidak diizinkan untuk berangkat hingga pembatasan perjalanan dicabut."

Australia merupakan tujuan wisata populer di kalangan wisatawan China. Tahun lalu terdapat sekitar 1,4 juta kunjungan jangka pendek dari China, yang menjadi sumber pengunjung asing terbesar ke negara tersebut.


(vws)