Wawancara Eksklusif

Menhan Malaysia soal Ibu Kota Baru RI: Untung Datang ke Kami

CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 10:13 WIB
Menhan Malaysia soal Ibu Kota Baru RI: Untung Datang ke Kami Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu. (CNN Indonesia/Hamka Winovan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rencana Presiden Jokowi memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, cukup banyak memicu perhatian negara asing, termasuk Malaysia.

Wilayah calon ibu kota baru itu sangat dekat dengan Sabah dan Serawak.

Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu mengatakan negara mereka telah siap menyambut pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Penajam Paser Utara. Termasuk strategi keamanan.



Tim CNNIndonesia.com berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan menteri yang senang disapa Mat Sabu itu pada Jumat (24/1) lalu di Jakarta.

Dalam wawancara itu, Mat Sabu secara blak-blakan menceritakan untung dan rugi pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur.

Berikut ulasan lengkap wawancara eksklusif kami dengan Sabu:

Apakah Malaysia melihat rencana pemindahan ibu kota RI sebagai ancaman?

Kami amat gembira apabila ibu kota Indonesia berdekatan dengan wilayah kami karena limpahan keuntungan dan peluang ekonomi akan datang ke kami pula, terutama dalam bidang penerbangan. Sudah tentu, dengan rencana ini penerbangan Malaysia terutama di Sabah dan Sarawak akan lebih sibuk.

Jika ada kota besar di Indonesia terletak di dekat Sabah dan Sarawak, saya yakin itu akan menjadi keuntungan bagi Malaysia dalam sektor ekonomi, terutama soal pariwisata.

Selain keuntungan, adakah sisi negatif dari rencana Indonesia memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur bagi Malaysia?

Bagi saya tidak nampak sisi negatifnya. Saya yakin pemerintah Indonesia sudah siap dengan segala upaya mereka untuk mengamankan ibu kota baru mereka.

Kami melihat Ibu Kota Jakarta saat ini memang sudah terlalu padat dan macet yang begitu kentara.

Jika Indonesia melanjutkan rencananya ini, sama seperti Australia dan Amerika Serikat yang memisahkan urusan pemerintahan dan bisnis, maka saya yakin perpindahan ibu kota baru ini akan membawa pembangunan yang lebih lestari bagi Indonesia di masa depan.

Tapi bagaimana pun ini hak Indonesia, kami mendukung segala rencana Indonesia terkait rencana ini.

Baru-baru ini militer Malaysia menyatakan akan memperketat pengamanan di perbatasan dengan RI menyusul rencana perpindahan ibu kota Indonesia. Apa ada kekhawatiran dari Malaysia soal keamanan ketika ibu kota RI pindah ke Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan Negeri Jiran?

Seperti yang sudah saya bilang tadi, apa yang terjadi di Negeri Jiran itu ada hubungannya dengan yang terjadi di negara tetangganya.

Kalau Indonesia benar-benar memindahkan ibu kotanya ke Kalimantan, Malaysia sudah tentu ikut bertanggung jawab untuk mengamankan kawasan.

Terutama ketika ada tindakan kriminal dan pelanggaran lainnya di perbatasan Indonesia-Malaysia, itu adalah tanggung jawab bersama. 

[Gambas:Video CNN]

Tetapi, Malaysia berusaha memastikan supaya perbatasan dan perairan antara kedua negara lebih aman sehingga Indonesia tidak menanggung beban jika terjadi pelanggaran dari sisi Malaysia. Maka dari itu ini tanggung jawab bersama.

Kalau Malaysia mau memperketat pengamanan di perbatasan itu adalah suatu tanda persahabatan yang begitu erat dan baik.

Keamanan itu juga kami perlukan di wilayah Sabah dan Laut Sulu, karena terlalu indah pulau-pulau di situ.

Jadi pusat pelancong dunia diving, batu karang cantik. Makanya kalau ada masalah di perairan itu akan menjadi masalah bagi sektor wisata Malaysia karena mendatangkan hasil yang agak lumayan bagi Sabah.

Belakangan penyanderaan nelayan Indonesia di perairan Sabah terus berulang. Kerja sama trilateral RI-Filipina-Malaysia dalam mengamankan perairan Sulu, Sabah, dan utara Sulawesi yang rawan sudah berjalan. Ada rencana Malaysia memperketat pengamanan di perairan Sabah?

Kami akan terus tingkatkan kerja sama trilateral ini. Kadang-kadang luput bisa terjadi, seperti insiden teror di London Bridge di Inggris padahal mereka punya kapabilitas intelijen yang canggih tapi ternyata hal seperti itu bisa lolos. Jadi insiden seperti ini kadang terjadi sesekali.

Tapi terkait insiden penyanderaan di perairan Sabah ini memang pengamanan perlu ditingkatkan. Selain itu, kita juga harus sama-sama membantu Filipina menyelesaikan pergolakan di Mindanao. Selagi pergolakan di Mindanao terjadi, pengaruh dan efeknya akan terasa ke Malaysia dan juga Indonesia.

Indonesia menyalahkan Malaysia dengan menyebut bahwa penyanderaan WNI di Sabah terjadi berulang kali lantaran koordinasi dengan pihak berwenang Negeri Jiran tidak efektif terkait pengamanan ini. Respons Malaysia seperti apa?

Biasa lah kadang-kadang nelayan ini, nelayan kami pun banyak juga yang disita di Indonesia tetapi kami mencari jalan terbaik untuk berunding bagaimana menghadapi masalah ini dan soal tempat-tempat sensitif supaya kita dapat mengawal bersama. Ini yang tadi saya perbincangkan dengan pak Prabowo.

Sebab, nelayan-nelayan juga kadang ada yang melanggar ini berlaku dari berbagai negara. Kami tidak hanya melindungi nelayan dari Indonesia, tapi juga nelayan dari pantai timur dan barat Malaysia, serta Vietnam. Soal nelayan ini memang perkara yang sering berlaku, tetapi kami berusaha menyelesaikannya dengan cara diplomasi dan menurut undang-undang yang berlaku di masing-masing negara.

Apa sebenarnya hambatan utama Malaysia dalam mengamankan perairan Sabah selama ini?

Kami terus tingkatkan pengamanan perairan Sabah dan pulau-pulau di sebelah Mindanao itu sendiri. Perairan di sana sangat luas, pulau-pulaunya begitu banyak dan kecil-kecil.


Kami kadang-kadang sulit mengenali mana kapal nelayan yang ceroboh, mana kapal-kapal kumpulan orang yang masuk untuk menyandera dan menculik. Kadang-kadang, kami sulit mengenali mereka, kami perlu peralatan yang lebih canggih di masa yang akan datang. Saat ini pun peralatan sudah hebat, tapi perlu ditingkatkan lagi.

Karena kita tidak boleh samakan nelayan dengan kumpulan penyandera ini karena mereka datang dalam bentuk yang sama. Kami perlu bisa untuk mengenali mereka lebih awal lagi. Ini perlu ditingkatkan Malaysia sekarang dan di masa datang. (rds/dea)