Korut Bakal Isolasi Semua Pendatang dari China Selama 1 Bulan

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 17:56 WIB
Korut Bakal Isolasi Semua Pendatang dari China Selama 1 Bulan Korea Utara akan mengkarantina semua pendatang dari China selama sebulan. (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Korea Utara akan mengharuskan orang asing dari China untuk melalui program karantina selama sebulan. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah penularan virus corona yang mematikan.

Kedutaan Rusia lewat unggahan di akun Facebook resminya melaporkan bahwa kementerian luar negeri Korea Utara telah menginformasikan seluruh warga asing yang baru mengunjungi China.

Warga asing yang dimaksud termasuk diplomat dan staf yang baru mengunjungi China. Program karantina akan dilakukan di bawah pengawasan lembaga medis selama satu bulan.


Dilansir NK News, orang asing yang baru tiba dari China melalui jalur udara akan diisolasi di hotel Jangsusan di Pyongyang, sekitar 30 kilometer utara dari ibu kota Korea Utara.

Sementara untuk orang asing yang tiba dari China selain melalui jalur darat akan dikarantina di hotel terdekat dari titik masuk semula.

"Langkah-langkah ini [karantina] bertujuan untuk melindungi kehidupan dan keselamatan karyawan kami untuk misi diplomatik DPRK dan organisasi nasional, serta mencegah pandemi jenis virus corona baru," tulis kedutaan Rusia.

Media Korea Utara, Rodong Sinmun melaporkan pemerintah menetapkan zona isolasi di perbatasan negara, pelabuhan, dan bandara untuk orang-orang yang berasal dari China.

[Gambas:Video CNN]

Pemerintah diketahui memperketat area perbatasan di Sinuiju dengan melakukan pengecekan ketat untuk mengetahui tanda-tanda terinfeksi virus corona.

Pekan lalu, Korea Utara mengumumkan untuk menutup sementara perbatasan dengan China untuk meminimalisir kemungkinan penyebaran virus corona. Pemerintah juga mengeluarkan larangan sementara untuk berwisata ke China.

Selain China, penyebaran virus corona saat ini tercatat di Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Macau, Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Prancis, Australia, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, Nepal, Sri Lanka, Kamboja, dan Ivory Coast.

Hingga saat ini korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 106 orang. Jumlah kasus terbaru dikonfirmasi sebanyak 2.700.

Dikutip dari AFP, Selasa (28/1), di Provinsi Hubei, sebanyak 24 orang dilaporkan meninggal, dan 1.291 terinfeksi. Dengan demikian, total kasus yang dikonfirmasi secara nasional naik drastis menjadi lebih dari 4.000.

Komisi Kesehatan Hubei mengungkapkan penularan terpantau tetap berasal dari ibu kota Provinsi Hubei, Wuhan. (evn/evn)