Hong Kong Tutup Perbatasan dengan China Terkait Virus Corona

CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 20:05 WIB
Hong Kong Tutup Perbatasan dengan China Terkait Virus Corona Hong Kong akan menutup perbatasan dengan China terkait penyebaran virus corona. (Foto: Chinatopix via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam memaparkan pemerintahannya akan menutup beberapa perbatasan dengan China sementara waktu menyusul penyebaran virus corona yang kian memburuk.

Selain perbatasan, Lam mengatakan Hong Kong juga menyetop pemberian izin perjalanan bagi warga China ke wilayahnya.

"Empat perbatasan darat (dengan China) akan ditutup mulai tengah malam waktu lokal pada Kamis, 30 Januari 2020, sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata Lam dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (28/1).


Penutupan empat perbatasan itu membuat orang-orang tak bisa berpergian dari atau menuju China dan Hong Kong melalui Stasiun West Kowloon, Hung Hom, Sha Tau kok, dan Man kam To.

Lam mengatakan layanan kereta api antar China-Hong Kong dari West Kowloon dan Stasiun Hung Hom akan dihentikan sepenuhnya untuk sementara waktu. Kedua stasiun itu mengoperasikan kereta cepat menuju China.

Lam menuturkan pihak berwenang Hong Kong juga akan menutup dua perbatasan laut dengan China yakni Terminal Ferry Tuen Mun dan Terminal Ferry China.

Ia juga menuturkan Hong Kong akan menyetop 50 persen penerbangan dari daratan China.

[Gambas:Video CNN]

Dilansir CNN, Hong Kong merupakan salah satu kota terpadat di dunia, di mana kondisi ideal bagi virus dapat menyebar luas dengan cepat.

Langkah besar ini dilakukan Hong Kong demi menghindari kejadian serupa berulang saat wabah virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) merebak di wilayah itu pada 2002 dan 2003. 

Saat itu, sekitar 1.750 orang terinfeksi SARS, dan lebih dari 280 orang di Hong Kong meninggal karena penyakit tersebut.

Kasus penyebaran virus corona pertama kali dikonfirmasi pada 31 Desember lalu. Wabah virus corona diduga pertama menyebar dari pasar ikan dan hewan yang berada di tengah kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, China.

Hingga kini, jumlah warga di Negeri Tirai Bambu yang terinfeksi virus tersebut naik drastis menjadi 4.515 orang. Per Selasa (28/1) jumlah korban meninggal akibat virus corona di China mencapai 106 orang.

Di Provinsi Hubei, sebanyak 24 orang dilaporkan meninggal, dan 1.291 terinfeksi virus corona. Di Hong Kong sendiri sudah ada delapan kasus virus corona ditemukan.

Selain di China dan Hong Kong, kasus virus corona telah merebak ke Macau, Australia, Kamboja, Kanada, Prancis, Jerman, Jepang, Malaysia, Nepal, Singapura, Korea Selatan, Sri Lanka, Thailand, Taiwan, Amerika Serikat, dan Vietnam dengan total 4.583 kasus. (rds/evn)