Menlu Sebut Evakuasi WNI dari Wuhan Sulit Dilakukan

CNN Indonesia | Rabu, 29/01/2020 10:34 WIB
Menlu Sebut Evakuasi WNI dari Wuhan Sulit Dilakukan Virus corona di China (Chinatopix via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan langkah evakuasi WNI dari Wuhan, Provinsi Hubei, China, tidak mudah dilakukan karena kota itu masih diisolasi.

Pemerintah setempat memberlakukan status karantina karena wilayah itu menjadi sumber penyebaran wabah virus corona.

"Tentunya evakuasi adalah opsi yang terbuka, tetapi evakuasi di sebuah wilayah yang (berstatus) lockdown tidak bisa dilakukan dengan serta merta. Kita harus bicara dengan otoritas China karena ada aturan-aturannya," kata Retno Selasa (28/1), seperti dikutip dari Antara.



Selain pembicaraan dengan pemerintah China, Kemlu juga telah melakukan rapat koordinasi dengan pemangku kepentingan di dalam negeri, seperti Kemenkopolhukam, TNI, dan Kemenkes, untuk mulai memetakan langkah-langkah jika opsi evakuasi diambil.

"Baik dari rutenya kemudian persyaratan yang terkait dengan karantina sebelum mereka berangkat dan setiba mereka di sini," ujar Retno.

Berdasarkan data Kemlu, saat ini terdapat 100 WNI di Wuhan. Mereka terdiri dari 84 mahasiswa dan 16 tamu mahasiswa dari tempat lain. Sementara di Provinsi Hubei, secara keseluruhan ada 243 WNI.

[Gambas:Video CNN]

Selama sepekan terakhir, pemerintah China telah mengisolasi Kota Wuhan dan menyiagakan 15 titik karantina di Provinsi Hubei, sebagai respons dari wabah virus corona tipe baru yang telah menewaskan 132 orang dan menjangkiti ribuan lainnya.

Opsi evakuasi menjadi langkah yang dinilai perlu dilakukan oleh pemerintah mengingat pasokan makanan dan kebutuhan sehari-hari di Kota Wuhan semakin menipis. Sejumlah WNI di kota tersebut telah meminta dipulangkan ke Tanah Air.


Retno menjelaskan bahwa berbagai langkah terus dirancang dan dimatangkan untuk melindungi para WNI.

Dia memastikan bahwa seluruh WNI yang berada di Wuhan dalam kondisi sehat, meskipun pergerakan mereka sangat terbatas.

"Kalau ada rasa waswas itu sangat normal, jadi dari waktu ke waktu kita terus berkomunikasi dengan teman-teman dan memastikan kebutuhan sehari-hari tersedia untuk mereka," kata Retno.


Pihak berwenang China, kata dia, juga telah menyediakan nomor telepon khusus (hotline) 24 jam bagi warga negara asing yang memiliki pertanyaan terkait penyebaran virus corona tipe baru, terutama di wilayah-wilayah karantina. (Antara/dea)