Deretan Negara Terpapar Virus Corona, 6.000 Orang Terinfeksi

CNN Indonesia | Rabu, 29/01/2020 12:06 WIB
Deretan Negara Terpapar Virus Corona, 6.000 Orang Terinfeksi Pasien terpapar virus corona di Wuhan, China. (Hector RETAMAL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejauh ini setidaknya 14 negara telah mengonfirmasi menemukan kasus virus corona yang berasal dari Wuhan, China.

Belasan negara itu terdiri dari Thailand yang telah menemukan 14 orang terinfeksi virus corona, Australia menemukan lima kasus, Taiwan sebanyak tujuh kasus, Jepang sebanyak tujuh kasus, Singapura sebanyak tujuh kasus, Malaysia sebanyak empat kasus, Korea Selatan sebanyak empat kasus, dan Vietnam sebanyak dua kasus.

Sementara itu, Sri Lanka dan Kamboja masing-masing menuturkan baru menemukan satu kasus.



Dilansir dari AFP, di kawasan Amerika dan Eropa, Prancis telah menemukan empat orang yang terinfeksi virus corona. Kanada, Amerika Serikat, dan Jerman sejauh ini baru menemukan masing-masing satu kasus virus corona.

Virus corona merupakan patogen jenis baru yang pertama kali muncul dan menyebar di China. Virus corona juga telah ditemukan di wilayah tetangga China seperti Makau dan Hong Kong.

[Gambas:Video CNN]

Wabah yang hampir sama seperti penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) itu hingga hari ini, Rabu (29/1), telah menelan setidaknya 132 nyawa di China.

Pihak berwenang China melaporkan sampai saat ini telah ditemukan 6.000 kasus virus corona. Hampir 60 juta warga dilaporkan terjebak di sejumlah kota di Negeri Tirai Bambu yang diisolasi pemerintah demi mencegah penyebaran virus yang meluas.


Kasus penyebaran virus corona pertama kali dikonfirmasi pada 31 Desember lalu. Wabah virus corona diduga pertama menyebar dari pasar ikan dan hewan yang berada di tengah kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, China.

Wuhan merupakan kota terbesar di kawasan tengah China dan menjadi salah satu titik penghubung transportasi.


Sejumlah negara telah mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya ke China. Amerika Serikat dan Jepang bahkan telah memulangkan warga-warganya dari Wuhan yang hingga kini masih dikarantina. (rds/dea)