Korban Meninggal Letusan Gunung Selandia Baru Capai 21 Orang

CNN Indonesia | Kamis, 30/01/2020 03:21 WIB
Korban Meninggal Letusan Gunung Selandia Baru Capai 21 Orang Seorang korban letusan gunung di Pulau Putih dilaporkan meninggal dunia setelah mendapat perawatan. (Foto: AP Photo/Mark Baker)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang warga Selandia Baru dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (29/1) di rumah sakit di Auckland. Selama satu bulan terakhir korban mendapatkan perawatan intensif setelah terkena awan panas letusan kawah gunung berapi ketika berwisata di Pulau Putih, Selandia Baru.

Dilansir AFP, Komisioner Deputi Kepolisian, John Tims mengatakan identitas dan informasi detail terkait korban meninggal dunia akan dirilis setelah keluarga mendapatkan kabar.

Kejadian ini menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi 21 orang. Sekitar 19 korban dilaporkan meninggal dunia di Selandia Baru dan dua lainnya di Australia.


Beberapa korban selamat lain yang mengalami luka bakar hingga kini masih mendapat perawatan di Selandia Baru dan Australia.

Jumlah korban tewas termasuk doa orang yang hingga kini jasadnya masih belum ditemukan. Keduanya yakni turis Australia Winona Langford (17) dan Marshall Inman (40), pemandu wisata asal Selandia Baru.

Sebanyak 47 orang warga Australia berada di Pulau Putih ketika terjadi letusan pada 9 Desember 2019. Mereka merupakan penumpang kapal pesiar yang sedang singgah untuk menjelajahi pulau tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Korban rata-rata mengalami luka-luka akibat terkena abu vulkanik dan semburan uap panas.

Hingga kini masih ada 22 korban yang dirawat di Australia dan Selandia Baru akibat terkena abu vulkanik. Empat diantaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.

Letusan terjadi secara tiba-tiba ketika 47 wisatawan yang menumpang kapal pesiar asal Karibia, Ovation of the Seas yang sedang singgah di Pulau Putih. Korban tercatat sebagai turis yang berasal dari Australia, Amerika Serikat, China, Inggris, dan Malaysia.

Pihak kepolisian mengatakan akan melakukan penyelidikan atas kematian para wisatawan.

Penyelidikan dilakukan terkait potensi kelalaian atau pelanggaran prosedur hingga menyebabkan pengunjung tewas saat mengunjungi pulau yang tercatat sudah tidak aktif sejak 2016. (AFP/evn)