Wabah Corona, KJRI Hong Kong Larang Majikan Ajak TKI ke China

CNN Indonesia | Kamis, 30/01/2020 12:50 WIB
KJRI Hong Kong melarang majikan mengajak pekerja yang berasal dari Indonesia bepergian ke wilayah China daratan untuk mencegah penyebaran virus corona. Pencegahan masuk virus corona di beberapa bandara. (MOHD RASFAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Konsulat Jenderal RI di Hong Kong melarang majikan mengajak pekerja yang berasal dari Indonesia bepergian ke wilayah China daratan.

Imbauan itu dikeluarkan KJRI Hong Kong untuk menekan kekhawatiran menekan penyebaran virus corona mematikan yang bersumber dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

"Memperhatikan situasi wabah virus corona saat ini dan kebijakan pemerintah Hong Kong, maka kami meminta agen tenaga kerja dan majikan untuk tidak mengajak para pekerja dari Indonesia melakukan perjalanan ke China," kata Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong Ricky Suhendar dalam keterangan tertulis, Kamis (30/1).



KJRI juga meminta kepada agen dan majikan untuk mengecek kembali masa kontrak kerja para TKI tersebut.

"Jika saat ini mereka (para pekerja Indonesia) ada di China, agen dan majikan harus bisa memulangkan mereka ke Hong Kong sesegera mungkin," kata Ricky seperti dikutip dari Antara.

Ia menekankan hal itu, mengingat Pemerintah Hong Kong akan menutup pintu-pintu perbatasan dengan China pada Kamis tengah malam.

KJRI ingin memastikan keselamatan dan keamanan pekerja migran asal Indonesia yang juga merupakan tanggung jawab agen dan majikan.

[Gambas:Video CNN]

Banyak di antara majikan di Hong Kong yang mengajak pekerja asal Indonesia bepergian ke China daratan, bahkan tidak jarang juga mempekerjakannya.

Sesuai aturan ketenagakerjaan yang berlaku di Hong Kong, para pekerja migran hanya boleh bekerja di satu alamat majikan.


Per hari ini, korban meninggal akibat virus corona di China bertambah menjadi 170 orang.

Virus mematikan ini juga sudah menyebar ke belasan negara seperti Kanada, Amerika Serikat, Prancis, Sri Lanka, Thailand, Taiwan, Vietnam, Korea Selatan, Nepal, Singapura, Australia, Malaysia, Jepang, Kamboja, dan Jerman.


Kasus terbaru ditemukan di Finlandia dan Uni Emirat Arab.

Jumlah TKI di Hong Kong diperkirakan mencapai angka 180.000 orang. Sejauh ini tidak ada laporan TKI Hong Kong virus yang menginfeksi saluran pernapasan akut seperti pneumonia.

Sebelumnya ada seorang TKI meninggal dunia secara mendadak di Hong Kong. Namun setelah dikonfirmasi, penyebab kematian karena serangan jantung. (Antara/dea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK