Darurat Virus Corona, AS Minta Warga Tak Bepergian ke China

CNN Indonesia | Jumat, 31/01/2020 11:23 WIB
Pemerintah Amerika Serikat meningkatkan status travel warning ke China hingga level 4 sebagai upaya mencegah masuk virus corona yang bersumber dari Wuhan. Virus corona di China. (Hector RETAMAL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Amerika Serikat meningkatkan status travel warning ke China hingga level 4. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya mencegah masuk virus corona yang bersumber dari Kota Wuhan.

"Jangan bepergian ke China, mengingat virus corona pertama kali ditemukan di Wuhan. WHO telah mengkonfirmasi bahwa virus ini telah menjadi darurat global," demikian rilis resmi pemerintah AS seperti dikutip dari CNN, Jumat (31/1).


Wisatawan juga perlu waspada karena perjalanan mereka ke China bisa saja dibatalkan sepihak tanpa pemberitahuan lebih dulu.


AS telah membawa pulang warga mereka yang berada di Wuhan. Sebanyak 200 warga AS telah dievakuasi dan tiba di basis militer di California.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, Perdana Menteri Italia, Guiseppe Conte mengumumkan akan menghentikan seluruh penerbangan pulang dan pergi ke China untuk mencegah penyebaran virus mematikan itu.

"Sejauh yang kami tahu, Italia adalah satu-satunya negara yang menggunakan cara itu untuk menangani virus corona," ujar Conte di Roma.


Keputusan itu diambil setelah pemerintah setempat mengkonfirmasi dua turis China di Roma yang positif terinfeksi virus corona. Keduanya kini masih mendapat perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Roma.

Hingga hari ini korban meninggal akibat infeksi virus corona mencapai 213 orang, dengan total 9.356 kasus.

Pemerintah China telah mengisolasi Kota Wuhan yang terletak di Provinsi Hubei demi mencegah penularan corona virus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan status gawat darurat global atas virus tersebut.


Selain di China, kasus infeksi virus corona terdeteksi di sejumlah negara, yakni di Kanada, Amerika Serikat, Prancis, Sri Lanka, Thailand, Taiwan, Vietnam, Korea Selatan, Nepal, Singapura, Australia, Malaysia, Jepang, Kamboja, dan Jerman. Lalu Finlandia, Uni Emirat Arab, Filipina, dan India.

Meski demikian belum ada laporan korban meninggal selain di China. (mel/dea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK