"Kami menolak perdana menteri baru karena kami tahu latar belakangnya," kata seorang demonstran di Baghdad, seperti dilansir AFP, Senin (3/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, setelah Saleh menunjuk Allawi sebagai perdana menteri, sikap mereka berubah mendukung Allawi. Sadr juga mendadak melarang aksi massa menduduki jalan dan mogok massal.
Kendati demikian, imbauan Sadr tidak didengarkan. Sebab demonstran di kota-kota besar Irak seperti Najaf dan Diwaniyah tetap turun ke jalan berunjuk rasa.
[Gambas:Video CNN]
Allawi juga dianggap politikus yang pro Iran. Pengaruh politik Iran di Irak dilaporkan semakin menguat karena pemerintah yang mayoritas Syiah memilih merapat kepada negara itu.
Allawi sebelumnya menjabat sebagai anggota parlemen, dan dua kali ditunjuk menjadi menteri komunikasi saat masa pemerintahan mantan perdana menteri Nuri al-Maliki. Namun, dia memilih dua kali mengundurkan diri karena diduga terlibat skandal korupsi.
Kini Allawi diberi tenggat satu bulan untuk membentuk kabinet. Dia juga diminta untuk mengambil sikap untuk menghentikan gelombang unjuk rasa.
Meski demikian, tugas itu tidak mudah. Sebab 'politik dagang sapi' selalu dipraktikkan di Irak, di mana setiap faksi politik berebut jatah kementerian dan lembaga negara yang dianggap berpengaruh sesuai dengan perolehan kursi mereka di parlemen.
Sampai saat ini tercatat 480 orang meninggal dan lebih dari 30 ribu terluka akibat bentrokan pengunjuk rasa dengan aparat keamanan serta milisi Irak. Demo itu mengusung aspirasi menentang rezim yang korup dan menuntut pemerintahan yang terbuka. (afp/ayp)