KILAS INTERNASIONAL

China Batal Gelar Kenduri Imlek sampai Pesawat Pemadam Jatuh

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 06:53 WIB
China Batal Gelar Kenduri Imlek sampai Pesawat Pemadam Jatuh China batal gelar festival Imlek akibat virus corona sampai pesawat pemadam kebakaran jatuh di Australia. (MOHD RASFAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Rabu (22/1) kemarin. Mulai dari China batal gelar festival Imlek akibat wabah virus corona sampai pesawat pemadam kebakaran jatuh di Australia. CNNIndonesia.com merangkum sejumlah kejadian tersebut dalam kilas internasional.


1. China Batalkan Festival Perayaan Imlek karena Virus Corona

Pihak berwenang China membatalkan semua festival perayaan Imlek berskala besar demi mencegah penyebaran wabah virus corona yang bersumber dari kota Wuhan.


Perayaan Tahun Baru China 2020 awalnya dijadwalkan dari Sabtu 25 Januari hingga 8 Februari.

Biro Kebudayaan dan Pariwisata Beijing mengatakan kebijakan itu dibuat untuk mencegah penularan virus yang sampai saat telah menewaskan 17 orang.

[Gambas:Video CNN]

"Untuk melindungi kehidupan dan kesehatan masyarakat, mengurangi kerumunan massa dan memastikan orang-orang dapat melewati Imlek dengan damai dan harmonis, diputuskan untuk membatalkan semua acara berskala besar, termasuk pameran kuil di Beijing pada hari ini," kata Biro Kebudayaan dan Pariwisata Beijing dalam sebuah pernyataan, Kamis (23/1) seperti dikutip dari CNN.

China juga menutup dua kota yang sejauh ini diduga menjadi tempat sumber wabah virus corona. Selain Wuhan, pemerintah juga mengumumkan untuk menutup kota Huanggang yang merupakan kota tetangga Wuhan.


2. Trump Anggap Remeh Tentara AS Gegar Otak karena Rudal Iran

Presiden Donald Trump menyangkal tentara Amerika Serikat mengalami gejala gegar otak akibat serangan rudal Iran.

Trump mengaku baru mengetahui kabar soal kondisi tentara AS beberapa setelah kejadian. Dia menganggap cedera yang dialami pasukan AS tersebut tidak terlalu serius.

"Tidak, saya mendengar bahwa mereka sakit kepala, dan beberapa hal lain, tetapi saya akan mengatakan, dan saya dapat melaporkan, itu tidak terlalu serius," kata Trump dengan acuh tak acuh dalam konferensi pers di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Rabu (22/1) seperti dikutip dari CNN.

Trump mengatakan apa yang dialami oleh tentara AS tersebut tidak seberapa parah jika dibandingkan dengan korban rudal Iran lainnya.

"Saya telah melihat apa yang telah dilakukan Iran dengan mengebom pasukan kami di pinggir jalan. Saya telah melihat orang-orang tanpa kaki dan tanpa senjata. Saya telah melihat orang-orang yang terluka parah di daerah itu, perang itu. Tidak, saya tidak menganggap itu sebagai cedera parah, tidak. "


3. Pesawat Pemadam Api Kebakaran Hutan Australia Jatuh

Sebuah pesawat pemadam api dilaporkan jatuh dan hilang di sisi selatan negara bagian New South Wales, Australia pada Kamis (23/1). Pesawat pemadam yang jatuh merupakan C-130 Hercules yang bisa membawa lebih dari 15 ribu liter air untuk misi memadamkan kebakaran hutan.

Pesawat pemadam api dilaporkan kehilangan kontak ketika tengah menjalankan misi. Tidak diketahui berapa banyak awak kru yang berada dalam penerbangan itu.

[Gambas:Video CNN]

"Kru di darat kehilangan kontak dengan pesawat pemadam api yang sedang memadamkan kebakaran di area Snowy Monaro. Beberapa helikopter diterjunkan untuk melakukan pencarian," kata Dinas Pemadam Kebakaran dalam keterangan resmi.

Komisi Pemadam Kebakaran Pedesaan New South Wales, Shane Fitzsimmons mengatakan tiga orang kru tewas dalam insiden tersebut. Ketiganya merupakan warga negara Amerika Serikat yang dikirim untuk membantu pemadaman karhutla.

"Kami berduka dengan tewasnya tiga orang dalam insiden tersebut," ungkap Fitzsimmons. (ayp/ayp)