Peningkatan suhu mendorong pemerintah mengeluarkan peringatan rawan kebakaran hutan di beberapa daerah.
Gelombang panas diperkirakan juga akan terjadi di Melbourne, Sydney, dan Canberra pada Jumat (31/1) mencapai 45 derajat Celcius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mendapat banyak keuntungan dari beberapa kondisi selama beberapa hari terakhir. Seperti yang telah kami dengar, cuaca akan berubah panas dan kering," ungkap Komisioner Layanan Darurat Victoria, Andrew Crisp.
Ia sekaligus memperingatkan warga untuk bersiap dengan kemungkinan kebakaran hutan.
[Gambas:Video CNN]
Kendati mulai dilanda gelombang panas, hujan petir diperkirakan akan turun di beberapa wilayah. Hanya saja, kondisi itu justru menjadi ancaman bencana lain, termasuk potensi banjir bandang.
Ancaman kebakaran hutan diumumkan setelah laporan korban tewas mencapai 32 orang dan menghancurkan sebagian besar negara bagian New South Wales sejak September 2019 lalu.
Para ilmuwan mengatakan bencana kebakaran hutan yang terjadi di Australia merupakan imbas perubahan iklim. Kekeringan juga membuat api menyebar dengan cepat di luar kendali.
Di sisi lain, Morrison dinilai lamban mengakui penyebab kebakaran hutan dan mengantisipasi penyebaran api. Morrison justru dinilai lebih fokus pada adaptasi iklim dan membangun ketahanan dibandingkan mengambil upaya konkret mengurangi emisi. (afp/evn)