Australia Akan Karantina Warga dari Wuhan di Pulau Pengungsi

CNN Indonesia | Rabu, 29/01/2020 21:02 WIB
Warga Australia yang akan dievakuasi keluar dari Wuhan selanjutnya akan ditempatkan di Pulau Christmas untuk dikarantina selama dua minggu. Australia akan mengkarantina warga yang kembali dari Wuhan, China. (Foto: ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Australia berencana mengevakuasi warganya dari Kota Wuhan, wilayah yang menjadi sumber penyebaran virus corona di China.

Perdana Menteri Scott Morrison menuturkan  warga Australia yang "rentan" termasuk anak-anak dan orang tua yang berada di Wuhan dan sekitar Provinsi Hubei menjadi prioritas evakuasi.

Morrison mengatakan para warga yang akan dievakuasi itu selanjutnya akan ditempatkan di Pulau Christmas untuk dikarantina selama dua minggu. Pulau Christmas merupakan pulau terpencil yang biasa menjadi tempat penahanan imigrasi para pengungsi dan pencari suaka ke Negeri Kanguru.


"Pasukan keamanan Australia telah ditugaskan mengidentifikasi fasilitas yang diperlukan untuk menyediakan logistik dan dukungan apa pun untuk mendukung operasi di Pulau Christmas," kata Morrison kepada wartawan di Canberra pada Rabu (29/1).

Morrison mengatakan Australia bekerja sama dengan Selandia Baru untuk memulangkan para warganya yang masih terjebak di Wuhan.

Meski begitu, ia mengatakan sampai saat ini prioritas pertama adalah bagaimana memulangkan warga Australia dari Wuhan.

"Saya tekankan peluang agak terbatas di sini dan kami bergerak sangat, sangat cepat untuk memastikan kami dapat merealisasikan rencana ini dan menyatukan operasi (evakuasi bersama)," kata Morrison seperti dikutip AFP.

[Gambas:Video CNN]

Sejauh ini, Australia telah menemukan lima orang yang terinfeksi virus corona di negaranya.

Kasus penyebaran virus corona pertama kali dikonfirmasi pada 31 Desember 2019. Wabah virus corona diduga pertama menyebar dari pasar ikan dan hewan yang berada di tengah kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, China.

Hingga kini, terdapat lebih dari 6.000 orang yang terinfeksi virus corona di China. Per Rabu (29/1), sebanyak 132 orang dilaporkan meninggal di China akibat terinfeksi virus serupa Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) itu.

Sejumlah negara lain juga telah terpapar virus corona seperti Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Macau, Nepal, Sri Lanka, Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Prancis, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, Nepal, Sri Lanka, dan Kamboja.

Selain Australia, ada 14 negara termasuk Indonesia yang berencana mengevakuasi warganya dari Wuhan dan Provinsi Hubei secara keseluruhan. Sampai saat ini, baru Jepang yang memulai proses evakuasi. (rds/evn)