Jelang Keputusan Pemakzulan, Trump Pidato Kenegaraan

CNN Indonesia | Rabu, 05/02/2020 10:15 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan menjelang keputusan sidang pemakzulan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AP Photo/ Evan Vucci)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan menjelang keputusan sidang pemakzulan.

Dalam pidato kenegaraan State of the Union dia mengklaim telah menepati janji kepada rakyat AS.

"Tidak seperti banyak orang sebelum saya, saya menepati janji saya," kata Trump dalam pidato yang terfokus pada catatan ekonomi selama tiga tahun menjabat, Selasa (4/2) waktu setempat.



Pidato kenegaraan ini disampaikan untuk meningkatkan kampanye Trump jelang pemilu presiden 2020.

Dalam pidato itu, Trump turut membeberkan kesepakatan perdagangan terbaru dengan Meksiko dan Kanada atau yang disebut USMCA.

Dia juga menyinggung kesepakatan awal dengan China untuk menahan perang dagang dengan raksasa Asia itu.

[Gambas:Video CNN]

Tak hanya itu, Trump mengaku telah mengamankan Perbatasan Selatan Amerika Serikat. "Upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengamankan Perbatasan Selatan Amerika Serikat," kata Trump seperti dikutip dari AFP, Rabu (5/2).

Dia juga sesumbar bahwa pemerintahannya berhasil mengakhiri perang Amerika di Timur Tengah.

Rencananya Senat akan melakukan pemungutan suara pada Rabu untuk menentukan nasib Trump atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan.


Trump dimakzulkan pada 18 Desember 2019 oleh Dewan Perwakilan. Dia diduga menyalahgunakan kekuasaan dan berupaya menghalangi Kongres. Ia diduga sengaja menahan bantuan pertahanan untuk Ukraina sebesar US$391 juta pada Juli hingga September 2019.

Trump juga dituduh menghalangi Kongres dengan tidak memberikan akses dokumen kepada panitia khusus. Ia memerintahkan orang-orang yang dipanggil DPR untuk tidak hadir.

Trump menjadi presiden ketiga AS yang menjalani proses pemakzulan setelah Andrew Johnson (1868) dan Bill Clinton (1999). Namun, seperti dua pendahulunya, nampaknya Trump tidak akan sampai dilengserkan karena kubu mayoritas di senat sepertinya akan berpihak padanya. (dea)