Situasi ini mengingatkan kembali kepada merebaknya wabah SARS pada 2002 sampai 2003, yang juga dimulai di China. Mulanya diduga virus itu berasal dari hewan dan menular ke manusia.
Akan tetapi, saat ini penularan virus tersebut sudah terjadi antarmanusia. Hal itu membuat China yang warganya menjadi yang paling banyak terjangkit harus berkejaran dengan waktu untuk mencegah virus itu menyebar lebih luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai negara di dunia memiliki reaksi berbeda atas penyebaran virus tersebut. Mulai dari memulangkan warganya yang berada di China, berhenti melakukan impor barang dari Negeri Tirai Bambu, menutup perbatasan, mengurangi volume penerbangan sampai mengirim bantuan bagi para penduduk yang tidak bisa pergi akibat tempat tinggal mereka diisolasi.
Amerika Serikat menjadi negara pertama yang menolak menerima warga China. Pemerintahan Presiden Donald Trump menetapkan kebijakan itu dengan alasan khawatir penyebaran virus itu semakin meluas dan melindungi warganya.
AS juga menerbitkan peringatan bepergian ke China akibat penyebaran virus tersebut.
Akan tetapi, keputusan itu mendapat tanggapan negatif dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Menurut mereka kebijakan tersebut belum diperlukan karena penyebaran wabah itu masih bisa ditanggulangi.
Keputusan AS yang enggan menerima warga China juga membawa dampak lain. Sejumlah negara dilaporkan mulai mengawasi gerak-gerik warga China yang berada di negara mereka, khususnya bagi mereka yang berasal dari Kota Wuhan yang menjadi sumber penyakit tersebut.
Langkah AS untuk menolak kedatangan warga China diikuti oleh beberapa negara lain seperti Indonesia, Prancis hingga Australia. Indonesia bahkan memutuskan menghentikan sementara kegiatan impor dari China.
[Gambas:Video CNN]
China menganggap sikap Amerika Serikat berlebihan menanggapi merebaknya wabah virus corona.
"Sebagian besar negara menghargai dan mendukung upaya China untuk memerangi virus corona dan kami menghormati mereka ketika hendak melakukan evakuasi dan karantina di negara masing-masing. Sementara itu, beberapa negara, khususnya Amerika Serikat memberikan reaksi berlebihan. Respons AS tentu bertentangan dengan saran WHO," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying.
Kekhawatiran diskriminasi
Di sejumlah negara dilaporkan ada beberapa kejadian buruk yang menimpa warga China akibat dampak kebijakan AS menghadapi wabah virus corona. Warga China ada yang dijauhi, dikucilkan, turis China dipulangkan, bahkan muncul sikap diskriminasi rasial.
Beberapa gerai dan restoran di Vietnam memutuskan menolak menerima pelanggan dari China. Padahal negara itu menjadi salah satu tujuan pelancong dari China.
Dampak seperti itu yang dikhawatirkan oleh WHO, jika sejumlah negara tidak bijak bersikap menghadapi wabah virus corona. Mereka cemas hal itu akan memicu ketakutan berlebihan yang berdampak terhadap sikap anti terhadap warga China.
(CNN Indonesia/Fajrian) |
China juga menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Indonesia terkait larangan impor. Menurut mereka, hal itu justru merugikan Indonesia. (ayp/ayp)
(CNN Indonesia/Fajrian)