WAWANCARA EKSKLUSIF

Dubes Rusia Ungkap Kecanggihan Jet Su-35 yang Ingin Dibeli RI

CNN Indonesia | Kamis, 06/02/2020 07:04 WIB
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva, mengatakan Indonesia tak akan rugi jika memiliki jet tempur Sukhoi Su-35. Sukhoi Su-35 Rusia. (AFP PHOTO / ERIC PIERMONT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rusia dan Indonesia masih memproses kontrak pembelian 11 jet tempur Sukhoi Su-35 yang telah berjalan selama dua tahun terakhir.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva, mengatakan Indonesia tak akan rugi jika memiliki Su-35 lantaran kecanggihan teknologi pertahanan yang dimiliki pesawat perang itu.

Menurut dia, kemampuan bertempur Su-35 tak perlu lagi dipertanyakan lantaran telah digunakan militer Rusia selama operasi di Suriah.


"Anda tahu, jika Anda bicara soal kecanggihan Su-35, pesawat tempur itu telah diuji dalam kondisi perang atau real war saat operasi militer kami (Rusia) di Suriah. Dan testimoni dari penggunaan pesawat itu memiliki kualitas yang sangat baik," kata Vorobieva dalam wawancara eksklusif bersama CNNIndonesia.com di Jakarta pada Selasa (4/2).


Su-35 merupakan pembaruan dari Su-27. Jet tempur bermesin ganda itu pertama kali dikerahkan Rusia pada Januari 2016 ke Suriah.

Saat itu, Rusia mengerahkan empat Su-35 ke pangkalan udara Khmeimim untuk membantu misi memberangus pemberontak anti-pemerintah Suriah dan kelompok teroris seperti ISIS.

"Dan sejauh ini, kami cukup sukses dalam menjalankan misi itu," kata Vorobieva.

[Gambas:Video CNN]

Situs Military-Today menuliskan Su-35 termasuk dalam sepuluh pesawat tempur terbaik dunia.

Jet tempur dengan panjang sayap 15,3 meter ini merupakan pesawat perang multifungsi yang dapat menjelajah langit dengan kecepatan supersonic.

Su-35 mampu mengangkasa dengan kecepatan maksimum hingga 2.390 kilometer per jam dan dilengkapi beberapa persenjataan termasuk misil. Su-35 juga telah dimiliki China, India, Algeria, India, Turki, hingga Mesir.


Rencana Indonesia membeli 11 Su-35 ini sudah berlangsung sejak sekitar dua tahun terakhir. Kontrak pembelian belasan jet senilai Rp16,75 triliun itu diteken kedua negara sekitar Februari 2018 lalu.

Sekitar akhir 2018, sejumlah pihak menuturkan belasan Sukhoi siap mengangkasa di Indonesia pada 2019. Namun, hingga kini kontrak pembelian belasan pesawat itu tak kunjung jelas.

Vorobieva optimistis pembelian ini akan terlaksana. Namun, ia mengatakan Indonesia-Rusia memang tidak menerapkan tenggat waktu untuk merampungkan pembelian belasan jet tempur ini.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian

"Akuisisi pesawat militer ini tidak sama seperti jika Anda membeli barang di pasar. Anda bisa membeli apa pun yang Anda mau dan membayarnya sehingga langsung mendapatkan barangnya. Sebelum bisa dikirim, pesawat-pesawat ini harus diproduksi terlebih dahulu dan masalah-masalah detail lainnya seperti masalah finansial dan teknis lainnya juga harus diselesaikan sebelum transaksi berlangsung," kata Vorobieva.
Dubes Rusia Ungkap Kecanggihan Jet Su-35 yang Ingin Dibeli RIDuta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)

Lebih lanjut, Vorobieva mengatakan Indonesia tidak akan merugi jika membeli persenjataan dari Rusia, termasuk Sukhoi. Sebab, ia mengklaim industri pertahanan Rusia selama ini terus berkembang aktif dan konsisten menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

"Saya jamin dan optimistis bahwa kontrak pembelian akan disepakati pada akhirnya dan Indonesia akan memiliki pesawat militer terbaik di dunia."

Diplomat perempuan yang pernah bertugas di Laos dan Vietnam itu juga mengklaim Rusia merupakan satu-satunya negara yang memiliki sistem persenjataan hypersonic tercanggih, bahkan mengalahkan Amerika Serikat sebagai kekuatan militer terbesar di dunia.


"Saya yakin Anda telah membaca beberapa laporan terkait bahwa Rusia memiliki teknologi muktahir yang belum dimiliki negara lainnya di dunia seperti rudal hypersonic. Tidak mengejutkan jika persenjataan kami dan teknologinya sangat baik," ucap Vorobieva.

Dia mengungkapkan banyak negara memiliki teknologi canggih. Negara-negara seperti AS, di Eropa, juga China masih terus mengembangkan teknologi senjata.

"Tapi ya sampai saat ini mereka semua tidak bisa menandingi level perkembangan teknologi Rusia," ujarnya. (rds/dea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK