Pakistan Minta Dukungan RI untuk Muslim Kashmir

CNN Indonesia | Rabu, 05/02/2020 16:05 WIB
Pakistan Minta Dukungan RI untuk Muslim Kashmir Ilustrasi konflik Kashmir. (AP Photo/Mukhtar Khan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar (Dubes) Pakistan untuk Indonesia, Abdul Salik Khan meminta dukungan Indonesia untuk Muslim Kashmir.

Hal itu disampaikan Salik Khan saat mengunjungi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD di kantornya, Jakarta, Rabu (5/2).

"Kami percaya bahwa kerja sama antara kedua negara akan meningkat, tidak hanya pada Muslim tetapi juga menyatukan kedua negara untuk melihat komunitas Muslim lain seperti Palestina, Myanmar, dan tentu saja di Kashmir ini kami ingin dukungan," kata Abdul kepada wartawan usai melakukan kunjungan.



Abdul mengatakan pertemuan itu untuk menyampaikan pesan dari Pakistan bahwa mereka merupakan negara damai. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, dia mengajak Indonesia untuk juga saling bekerja sama terutama dalam memberi atensi terhadap komunitas Muslim dunia.

Ia menjelaskan bahwa pertemuan itu berfokus untuk menjalin hubungan bilateral di antara kedua negara. Dalam hal ini, kata Abdul, tidak menutup kemungkinan untuk terbukanya kerja sama lain di bidang perdagangan dan perekonomian.

"Kami ingin semua hubungan diperkuat di tahun-tahun mendatang termasuk hubungan perdagangan dan ekonomi," kata dia.

[Gambas:Video CNN]

Dalam pertemuan tertutup yang berjalan selama kurang lebih satu jam itu, Abdul mengaku turut mengundang Mahfud untuk mengunjungi Pakistan. Dia berharap kunjungan itu dapat memperkuat hubungan bilateral antar kedua negara.

"Kami berharap kunjungan ini akan segera diadakan untuk kenyamanan kedua belah pihak," ucap dia.

Kashmir merupakan salah satu wilayah yang disengketakan oleh India dan Pakistan. Relasi kedua negara bahkan tengah merenggang menyusul bentrokan yang kembali terjadi di perbatasan India-Pakistan di Kashmir belakangan ini.


Sejak 1990-an, warga non-Muslim terutama umat Hindu di wilayah Kashmir banyak yang menjadi korban kekerasan kelompok pemberontak Muslim hingga memicu gelombang eksodus pengungsi ke wilayah lainnya di India.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, bahkan sempat menyatakan bahwa mereka siap berperang melawan India terkait sengketa di wilayah Jammu dan Kashmir. Hal ini membuat pertikaian antara kedua negara semakin sengit.


"Tentara Pakistan menerima informasi kuat bahwa mereka (India) sedang berencana untuk melakukan sesuatu di Kashmir Pakistan, dan mereka (tentara Pakistan) siap dan akan memberikan balasan yang keras," ujar Khan dalam sebuah pidato di televisi di Muzaffarabad beberapa waktu lalu. (mjo/dea)