Uni Eropa Tetap Tolak Usul Damai Palestina-Israel Versi Trump

CNN Indonesia | Rabu, 05/02/2020 19:26 WIB
Uni Eropa tetap menolak peta perdamaian Israel-Palestina yang diusulkan Presiden AS, Donald Trump. Adu argumen antara warga Palestina dan polisi Israel di Yerusalem. Uni Eropa tetap menolak peta perdamaian Israel-Palestina yang diusulkan Presiden AS, Donald Trump. (AFP PHOTO / GALI TIBBON)
Jakarta, CNN Indonesia -- Uni Eropa menyatakan tetap menolak peta perdamaian Israel-Palestina yang diusulkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Mereka menyatakan mempermasalahkan rencana Israel untuk mencaplok seluruh wilayah yang dijajah di Tepi Barat sejak 1967.

"Usulan AS menyimpang jauh dari kesepakatan internasional. Untuk membuat perjanjian damai yang bisa bertahan lama, sejumlah masalah yang penting harus diselesaikan oleh kedua belah pihak. Hal ini termasuk soal masalah yang terkait dengan perbatasan, status Yerusalem, keamanan hingga status pengungsi," kata Kepala Hubungan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, seperti dilansir Associated Press, Rabu (5/2).
Uni Eropa, menurut Borrell, tetap berpegang teguh kepada kesepakatan 'solusi dua negara' berdasarkan garis pembagian pada 1967. Dia juga membuka kemungkinan tukar guling lahan antara Israel dan negara Palestina di masa mendatang.

Terkait pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mencaplok seluruh wilayah Tepi Barat, Borrell menyatakan Uni Eropa tidak sepakat.


"Kami sangat prihatin atas pernyataan tentang niat untuk mencaplok Lembah Yordania dan sejumlah lokasi di Tepi Barat. Seluruh langkah untuk mencaplok tidak akan bisa lolos tanpa gugatan," kata Borrell.

Akan tetapi, Borrell juga menyatakan sikap negara-negara anggota Uni Eropa terbelah menyikapi proses perdamaian Israel-Palestina. Salah satunya adalah janji Uni Eropa untuk menjamin keamanan Israel.

[Gambas:Video CNN]

Sampai saat ini baru Irlandia dan Luksemburg yang merupakan negara anggota Uni Eropa yang secara terbuka menyatakan menentang usulan Trump dan Israel soal perdamaian dan pembagian wilayah dengan Palestina. Menteri Luar Negeri Luksemburg, Jean Asselborn, dalam suratnya kepada Borrell menyatakan keprihatinannya soal rencana perdamaian yang dianggap diubah setiap hari.

Hanya saja sampai saat ini negara-negara besar di Uni Eropa belum ada yang mendukung sikap Irlandia dan Luksemburg.

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Israel, Lior Haiat, menyayangkan sikap Uni Eropa terkait usulan perdamaian AS.


"Mempertahankan kebijakan dan sikap seperti itu adalah cara terbaik untuk memastikan peran Uni Eropa semakin minim," cuit Haiat melalui akun Twitter. (ayp/ayp)