Cerita Warga Singapura Kesulitan Belanja karena Virus Corona

CNN Indonesia | Selasa, 11/02/2020 12:50 WIB
Cerita Warga Singapura Kesulitan Belanja karena Virus Corona Warga Singapura serbu swalayan karena panik virus corona. (Martin Abuggao / various sources / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Akhir pekan lalu warga Singapura dibuat was-was setelah pemerintah meningkatkan level waspada virus corona dari kuning ke oranye.

Sebagian warga Singapura langsung menyerbu swalayan demi memborong kebutuhan pokok lantaran khawatir akan situasi yang tidak menentu ke depan.

Hingga Senin (10/2), kasus virus corona di Singapura bertambah menjadi 45 orang, salah satunya merupakan warga Indonesia. Sejauh ini, tujuh orang dinyatakan sembuh sementara beberapa lainnya dalam kondisi kritis.


Seorang warga Singapura, Nur Hafiza, mengatakan sebagian warga memang mulai memasok kebutuhan dasar seperti makanan dan obat-obatan sejak pemerintah menaikkan level waspada corona pada Jumat pekan lalu.


Ia bahkan mengaku sempat kesulitan membeli beberapa kebutuhan pokok di swalayan pada pekan lalu lantaran banyaknya orang yang menyerbu pasar dan toko-toko tersebut.

"Pekan lalu memang agak sedikit sulit bagi saya dan keluarga untuk berbelanja di swalayan menyusul adanya histeria massal, di mana orang-orang yang panik langsung membeli segala macam barang yang mereka lihat di swalayan. Tapi sekarang sudah lebih tenang keadaannya," kata Nur saat bercerita kepada CNNIndonesia.com melalui pesan instan pada Selasa (11/2).

Nur mengatakan sejak itu sejumlah swalayan dan toko-toko mulai membatasi jumlah barang yang dapat dibeli satu individu, terutama makanan pokok seperti beras dan mi instan.

Secara umum, Nur mengatakan aktivitas warga Singapura masih berlangsung seperti biasa. Namun, ia memaparkan semakin banyak kantor-kantor yang mengizinkan para pegawai bekerja dari rumah terutama setelah peringatan virus corona naik menjadi level oranye.

[Gambas:Video CNN]

Selain perkantoran, sekolah dan universitas di Singapura juga menghentikan semua kegiatan kelompok untuk sementara waktu. Beberapa aktivitas seperti kegiatan ekstrakurikuler dan kamp-kamp ikut ditunda.

"Upacara pagi juga dihentikan untuk saat ini. Semua siswa hanya pergi ke ruang kelas masing-masing. Seluruh siswa juga diperiksa suhu badannya setiap hari," kata pegawai salah satu perusahaan swasta di Singapura itu.


Menurut Nur kepanikan masif yang terjadi pada sebagian warga Singapura disebabkan ketidakpahaman terkait seperti apa pengaruh dan efek dari virus corona sebenarnya.

Senada dengan Nur, seorang warga Indonesia yang bekerja sebagai insinyur di Singapura, Anto Noel, mengatakan selama akhir pekan kemarin toko-toko memang lebih ramai dikunjungi daripada akhir pekan biasanya.

Meski antrean swalayan lebih panjang dari hari normal, Anto menuturkan stok-stok kebutuhan dan makanan pokok masih terjaga.

Anto menceritakan dia sempat berbelanja di swalayan pada akhir pekan lalu untuk membeli kebutuhan pokok. Ia memasok satu kantong beras untuk kebutuhan selama kira-kira 1 bulan ke depan.

Anto menuturkan sejauh ini aktivitas masih berjalan seperti biasa. Hanya saja, dia pasti memakai masker setiap pergi kerja dan keluar rumah.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

Anto menuturkan ia juga sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak terlalu diperlukan, seperti jalan-jalan ke mal.

Selain itu, sejumlah gedung perkantoran juga menerapkan pembatasan masuk bagi orang-orang non-pegawai. Seseorang memerlukan izin untuk masuk ke gedung kantor lain.

"Jadi kalau tidak perlu sekali, seseorang tidak bisa mengunjungi kantor yang lain. Ini apabila tempat kerjanya punya beberapa site ya," kata Anto.

"Ketika naik MRT juga orang bakal menjauh jika ada penumpang yang batuk-batuk. Tapi kegiatan sehari-hari masih normal sih," kata WNI yang telah bekerja di Negeri Singa sejak 2008 itu menambahkan.

Singapura menjadi satu dari sejumlah negara di Asia Tenggara yang sudah terpapar virus corona.


Virus corona diyakini mulai muncul Desember tahun lalu di pasar yang menjual hewan liar di ibu kota Provinsi Hubei, Wuhan, China sebelum kemudian menyebar ke penjuru negeri dan bahkan lintas negara.

Jumlah orang yang meninggal akibat terinfeksi virus corona sampai hari ini tercatat mencapai 1,013.

Jumlah penduduk yang meninggal di China akibat virus corona dilaporkan mencapai 1,011 orang. Dua korban tewas lainnya berada di Hong Kong dan Filipina.

Sementara itu, jumlah orang yang terinfeksi virus corona di seluruh dunia sampai hari ini tercatat mencapai 42,500 orang. (rds/dea)