Virus Corona Ikut Picu Maraknya Pencurian Masker di Hong Kong

CNN Indonesia | Jumat, 14/02/2020 10:52 WIB
Virus Corona Ikut Picu Maraknya Pencurian Masker di Hong Kong Tingkat pencurian masker di Hong Kong karena langka serta tingginya permintaan akibat virus corona (Covid-19). (STR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Akibat kelangkaan serta tingginya harga dan permintaan akibat penyebaran virus corona (Covid-19) membuat pencurian masker, terutama tipe N95, di Hong Kong marak.

Seperti dilansir Asia One, Jumat (14/2), seorang pria di Hong Kong ditangkap pada Rabu lalu. Dia mencuri delapan kotak berisi masker N95.


Menurut korban yang berusia 53 tahun, pelaku memecahkan kaca mobilnya, dan membawa kabur seluruh kotak berisi masker yang kini banyak diburu tersebut. Setiap kotak berisi 160 buah masker.


Berbekal rekaman kamera pengawas (CCTV), polisi berhasil mengidentifikasi pelaku yang merupakan seorang lelaki. Mereka lantas membekuk pria berusia 33 tahun itu di wilayah Sheung Shui. Polisi juga sedang mencari pelaku kedua yang masih buron.

Pada Senin malam lalu, seorang penduduk Hong Kong juga menjadi korban pencurian masker. Kotak berisi 750 masker bernilai sekitar US$536 (sekitar Rp7.3 juta) dibawa kabur ketika ditinggalkan sesaat di tepi jalan Shan Shui Po.

[Gambas:Video CNN]

Sejam setelahnya, seorang perempuan juga menjadi korban pencurian masker miliknya yang berjumlah 1.000 potong. Masker tersebut disimpan di gudang.

Kelangkaan masker juga membuat warga Hong Kong harus antre berjam-jam di toko obat. Di sisi lain, masyarakat setempat juga panik dan memborong bahan makanan.
Virus Corona Ikut Picu Maraknya Pencurian Masker di Hong Kong(CNN Indonesia/Fajrian)
Sampai hari ini tercatat ada 5i orang yang terinfeksi virus corona di Hong Kong. Satu di antaranya meninggal. (ayp/ayp)