Menurut prediksi CNN, sedikitnya 780 juta penduduk China tak bisa bebas bepergian. Jumlah tersebut hampir separuh dari total penduduk China yang lebih dari 1,3 miliar.
Pembatasan perjalanan berlaku di seluruh daratan China. Termasuk wilayah Hubei, Liaoning, Shanghai dan Beijing. Hal itu dilakukan guna membatasi penyebaran virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka mendapat bantuan dari komite dan komunitas kesehatan setempat guna memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
"Penggunaan kendaraan di jalan raya untuk keperluan yang tak terlalu penting juga dilarang," mengutip CNN, Selasa (18/2).
[Gambas:Video CNN]
Mengutip South China Morning Post, Senin (17/2), pemerintah China masih belum merilis identitas pasien pertama virus corona ke publik. Sempat beredar informasi tentang Institut Virologi Wuhan yang diduga sumber kemunculan virus corona.
Informasi tersebut diucapkan Huang Yanling, seseorang yang pernah menempuh studi di lembaga penelitian virus tersebut. Namun, hal itu dibantah.
Institut Virologi Wuhan menyatakan bahwa Huang merupakan mahasiswi pascasarjana yang lulus pada 2015. Setelah itu, dia pergi dan belum pernah kembali ke Wuhan hingga saat ini.
"Baru-baru ini ada informasi palsu tentang Huang Yanling, lulusan dari institut kami, yang mengklaim bahwa dia adalah pembawa virus corona (patient zero)," kata institut tersebut sambil menegaskan bahwa klaim itu tidak benar.