Penumpang Kapal Pesiar Jepang Keluar Karantina, Kecuali Awak

CNN Indonesia | Rabu, 19/02/2020 10:50 WIB
Penumpang Kapal Pesiar Jepang Keluar Karantina, Kecuali Awak Virus corona di kapal pesiar Diamond Princess. (Hiroko Harima/Kyodo News via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan penumpang Diamond Princess mulai meninggalkan kapal pesiar itu setelah dikarantina di perairan Jepang terkait virus corona selama 14 hari, Rabu (19/2).

Pelepasan ini hanya berlaku bagi para penumpang, sementara para awak kapal akan kembali dikarantina setelah semua non-kru Diamond Princess turun.

Sekitar 500 penumpang diperbolehkan keluar kapal setelah menjalani tes dan dinyatakan negatif corona.


Ratusan penumpang itu menganggap periode karantina sebagai masa yang sulit sebab mereka tak pernah menyangka rencana liburan berubah menjadi mimpi buruk.


Para penumpang harus tinggal selama dua pekan di atas kapal dalam ruangan terbatas di mana beberapa kamar bahkan tak memiliki jendela.

"NEGATIF! Saya, putra, suami, ibu, dan ayah saya! Terima kasih Tuhan telah melindungi kami. Merasa sangat emosional sekarang," kata Yardley Wong, salah satu penumpang Diamond Princess yang terkurung di kapal bersama putranya berusia 6 tahun melalui akun Twitter.

Dilansir dari AFP, para penumpang yang tidak memiliki gejala dan hasil pemeriksaan menyatakan negatif Covid-19 juga menerima sertifikat resmi yang memaparkan bahwa mereka tak berisiko terinfeksi epidemi tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Meski begitu, tak semua penumpang beruntung bisa dengan mudah keluar dari Diamond Princess. Penumpang asal Inggris, David Abel, dan istrinya, Sally, tak bisa keluar lantaran dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

"Ini (virus corona) sudah mengenai kami dan ini bukan hanya saya, tapi juga penumpang-penumpang lainnya. Faktor ketidaktahuan adalah tantangan utama. Secara mental, semua ini mengganggu kami. Saat ini sangat sulit untuk bisa fokus terhadap sesuatu," kata Abel.

Pelepasan para penumpang Diamond Princess diperkirakan akan memakan waktu tiga hari karena harus menunggu hasil pemeriksaan lab terlebih dahulu.


Berdasarkan data terakhir, sebanyak 542 orang di atas kapal tersebut dinyatakan positif corona.

Dari ratusan orang yang terjangkit virus, tiga di antaranya merupakan warga negara Indonesia. Mereka merupakan bagian dari 78 WNI yang menjadi kru kapal pesiar yang membawa 3.700 penumpang dan awak itu.


Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan dua dari ketiga korban WNI telah dibawa ke rumah sakit di Kota Chiba untuk mendapat perawatan. Sementara satu lainnya masih dalam perjalanan menuju rumah sakit menurut informasi terakhir yang didapat Retno. (rds/dea)