Korban Penusukan London Seorang Muazin, Luka di Leher Kanan

CNN Indonesia | Jumat, 21/02/2020 00:56 WIB
Korban Penusukan London Seorang Muazin, Luka di Leher Kanan Ilustrasi (Istockphoto/ Coldsnowstorm)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korban penusukan di sebuah masjid tak jauh dari Regent's Park, London diketahui seorang muazin yang telah berusia 70 tahun. Dia ditusuk di leher sebelah kanan.

Mengutip Skynews, penusukan terjadi sekitar pukul 15.00 waktu setempat.

Mulanya, pelaku yang mengenakan celana jeans dan sweter berwarna merah tengah berdoa usai salat di belakang muazin. Namun tiba-tiba dia mengeluarkan pisau lalu menusuk leher sebelah kanan muazin.


Jemaah yang ada di lokasi lantas kaget dengan apa yang baru saja dilihat. Salah satunya adalah Abi Watik yang menyaksikan langsung penusukan tersebut.

"Kami benar-benar kaget. Kami tidak tahu apa yang baru saja terjadi," tutur Abi Watik, Kamis (20/2).

Korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Sementara jemaah lainnya berupaya menangkap pelaku.

Melansir CNN, jemaah sempat bekerja sama menjebak pelaku ke bagian bawah masjid. Hingga kemudian dia ditangkap petugas kepolisian setempat tak lama usai tiba di masjid.


Kepolisian setempat belum mengonfirmasi kebenaran kesaksian tersebut. Sejauh ini, mereka baru mengiyakan bahwa ada seorang pelaku berusia 29 tahun yang ditangkap dan ada korban berusia 70 tahun.

"Seorang pria berusia 29 tahun, yang diyakini datang untuk salat dan berdoa, ditangkap di dalam masjid usai melakukan percobaan pembunuhan. Dia telah ditahan di kantor polisi London," tutur Kepolisian setempat melansir The Guardian.

Sejumlah saksi mengatakan pelaku memang sering beribadah di masjid tersebut. Namun, dia terlihat sekitar 6 bulan yang lalu, setelah itu tidak pernah lagi datang ke masjid.

Sementara itu, saksi yang lain mengaku pernah melihat pelaku beribadah beberapa pekan yang lalu.

[Gambas:Video CNN]

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson turut berduka atas peristiwa penusukan. Dia mengatakan itu sangat mengerikan lantaran terjadi di tempat ibadah.

Wali Kota London Sadiq Khan juga telah angkat suara. Dia menegaskan bahwa semua umat beragama berhak merasa aman dalam menjalankan ibadah di tempat ibadahnya masing-masing.

"Saya ingin menekankan pada masyarakat London bahwa tindakan kekerasan di kota kita tidak akan ditoleransi," ucapnya




(bmw/bmw)