Halau Corona, Irak Tutup Perbatasan dengan Iran

CNN Indonesia | Jumat, 21/02/2020 14:37 WIB
Halau Corona, Irak Tutup Perbatasan dengan Iran Ilustrasi. Irak menutup perbatasan dengan Iran di tengah wabah virus corona. (Foto: STR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Irak menutup semua perbatasan dengan Iran menyusul kabar kematian akibat wabah virus corona. Aturan tersebut berlaku selama tiga hari ke depan terhitung sejak Jumat (21/2).

Larangan ini membuat warga Iran tidak diperbolehkan memasuki kawasan Irak setelah diketahui lima orang positif terinfeksi corona.

Otoritas Lintas Perbatasan Irak mengatakan larangan tersebut tidak berlaku bagi warga Irak yang baru kembali dari Iran.


Dilaporkan CNN, untuk warga Irak yang saat ini berada di Iran tetap boleh kembali ke negaranya dan diharuskan untuk dikarantina selama dua minggu di rumah. Pemerintah Irak mengatakan hal ini dilakukan untuk memastikan mereka tidak terinfeksi corona.

Kendati demikian, impor dari Iran tidak berpengaruh larangan ini. Izin masuk untuk produk impor lintas negara tetap diizinkan masuk melalui perbatasan kedua negara.

Dilansir Anadolu, pemerintah Irak untuk sementara tidak memberikan visa kepada warga Iran. Larangan bagi warga Iran memasuki kawasan Irak berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut..

[Gambas:Video CNN]

Larangan pemerintah Kuwait

Selain Irak, pemerintah Kuwait juga menganjurkan warganya untuk tidak bepergian ke Iran khususnya kota Qom. Khusus bagi mereka yang baru kembali dari Qom akan dikarantina selama 14 hari untuk memastikan tidak ada infeksi corona.

Maskapai Kuwait Airways untuk sementara waktu menghentikan seluruh penerbangan ke Iran mulai Kamis (20/2).

"Kuwait Airlines mengumumkan bahwa berdasarkan instruksi dari Kementerian Kesehatan dan Aviasi Penerbangan Sipil, diputuskan untuk menunda semua jadwal penerbangan ke Republik Iran mulai hari ini hingga pemberitahuan lebih lanjut karena ditemukan sejumlah kasus infeksi coroan dan untuk menghindari kemungkinan penularan di antara penumpang," tulis pihak maskapai dalam sebuah pernyataan.

Korban meninggal akibat infeksi virus corona di seluruh dunia hingga Jumat (21/2) mencapai 2.244 orang. Sebagian besar kematian berasal dari China, khususnya kota Wuhan yang menjadi pusat penyebaran corona.

Jumlah korban meninggal bertambah setelah Dinas Kesehatan Provinsi Hubei melaporkan 115 kematian baru. (evn)