Rentetan Serangan Roket Kembali Hantam Kedubes AS di Irak

CNN Indonesia | Minggu, 16/02/2020 13:26 WIB
Rentetan Serangan Roket Kembali Hantam Kedubes AS di Irak Ilustrasi serangan roket. (Said KHATIB / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Serangan sejumlah roket kembali menghantam Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad, Irak, Minggu pagi (16/2).

Sumber militer AS mengatakan ini merupakan serangan terbaru yang mengincar aset mereka di Irak.

Serangan tersebut diikuti rauangan sirene peringatan di markas diplomatik itu. Namun tidak jelas berapa banyak roket yang mengenai target. Juga tidak diketahui apakah ada korban dalam insiden itu.



Koresponden AFP mendengar ledakan kuat beberapa kali diikuti suara pesawat berputar di atas Zona Hijau itu, wilayah dengan pengamanan tinggi yang menjadi basis pasukan AS.

Hujan roket tersebut merupakan serangan ke-19 ke fasilitas AS di Irak sejak Oktober tahun lalu. Di sana terdapat sekitar 5.200 tentara AS bersama pasukan lokal.

[Gambas:Video CNN]

Meski demikian hingga kini tidak ada satu pun pihak yang mengaku bertanggung jawab atas rentetan serangan itu. Tetapi AS menuding kelompok Hashsha al-Shaabi berada di balik serangkaian serangan tersebut.

Hashsha al-Shaabi merupakan kelompok yang didukung Iran, yakni jaringan militer yang secara resmi dimasukkan ke dalam pasukan keamanan negara Irak.

Pada akhir Desember lalu, serangan roket ke markas K1 di utara Irak menewaskan seorang kontraktor AS dan menyebabkan serangkaian peristiwa dramatis.

Sebagai balasan atas kematian kontraktor, AS meluncurkan sejumlah serangan ke Irak. Termasuk meluncurkan pesawat tak berawak hingga menewaskan perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani dan salah satu tokoh militer Irak, Abu Mahdi al-Muhandis.


Faksi-faksi yang saling berselisih bersumpah untuk membalas dendam kematian tersebut. Mereka mengusir pasukan AS keluar dari Irak.

Serangan Minggu pagi itu terjadi beberapa jam setelah salah satu faksi yang didukung Iran, Harakat al-Nujaba, mengumumkan hitung mundur untuk mengusir pasukan AS dari Irak.


"Kami lebih dekat dari yang Anda pikirkan," kata kelompok itu lewat Twitter. (dea)