Melalui pernyataan yang dirilis di kantor berita SPA, koalisi militer mengatakan rudal-rudal itu ditembakkan oleh kelompok pemberontak Houthi di Yaman yang didukung Iran, musuh bebuyutan Saudi.
"Rudal-rudal itu diluncurkan secara sistematis, sengaja untuk menargetkan kota-kota dan warga sipil yang merupakan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional," kata juru bicara koalisi Turki al-Maliki seperti dilansir AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sebagian besar rudal berhasil dicegat militer Saudi.
Perang sipil di Yaman disebut-sebut sebagai perang proxy atau perang pion antara Saudi dan Iran di Timur Tengah. Sejak lama, Iran disebut mendukung kelompok Houthi yang ingin menjatuhkan pemerintahan resmi Yaman.
[Gambas:Video CNN]
Iran bahkan disebut kerap memasok berbagai senjata hingga rudal bagi Houthi, sebuah tudingan yang berulang kali ditolak Teheran.
Sementara itu, Arab Saudi dan koalisinya yang terdiri dari beberapa negara Arab juga ikut serta dalam perang di Yaman untuk membantu pemerintahan Presiden Abdu Rabu Mansur Hadi mempertahankan kekuasaan dan tekanan Houthi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menganggap konflik yang telah berjalan selama empat tahun ini sebagai krisis kemanusiaan terburuk sepanjang sejarah. (rds/evn)