31 Tewas dalam Serangan Udara Balasan Saudi ke Yaman

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 16/02/2020 06:25 WIB
Sebanyak 31 warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak tewas dalam serangan udara balasan dari Arab Saudi kepada Yaman. Ilustrasi. Serangan udara Saudi terhadap Yaman tewaskan 31 penduduk sipil termasuk perempuan dan anak-anak (AFP PHOTO / ARIS MESSINISI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Serangan udara yang dilancarkan koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi telah menewaskan 31 warga sipil, Sabtu (15/2). Serangan itu dilakukan sebagai balasan setelah Yaman menembak jatuh pesawat jet Riyadh.

Tentara pemberontak Huthi yang disokong Iran mengaku menjadi dalang jatuhnya pesawat Saudi itu. Pesawat jet Tornado ditembak jatuh pada Jumat (14/2) di utara provinsi Al-Jawf. Jet itu ditembak dalam operasi militer yang mendukung pemerintahan Yaman.

"Berdasarkan laporan awall sebanyak 31 warga sipil tewas pada 15 Februari dan 12 lainnya terluka dalam serangan yang menghantam wilayah Al-Hayjah [...] di bawah kekuasaan gubernur Al-Jawf," jelas keterangan kantor PBB yang menjadi koordinator dan badan kemanusiaan untuk Yaman, seperti dikutip AFP.

Tindak kekerasan mematikan itu menyusul meningkatnya pertempuran di Yaman Utara antara pihak-pihak yang bertikai. Pertempuran ini telah memperburuk krisis kemanusiaan negara yang dilanda perang itu.

Koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman Lise Grande mengecam "serangan mengerikan" tersebut. Mereka mengatakan wanita dan anak-anak termasuk di antara warga sipil yang tewas dan terluka.


"Begitu banyak orang terbunuh di Yaman - ini adalah sebuah tragedi dan tidak dapat dibenarkan," katanya. "Di bawah hukum humaniter internasional, pihak-pihak yang menggunakan kekerasan diwajibkan untuk melindungi warga sipil."

Sebelumnya, pemberontak Huthi merilis rekaman ketika mereka menabrak jet di langit malam. Jet yang itu pun lantas menjadi bola api besar dan jatuh ke Bumi.

Gerilyawan melaporkan beberapa serangan udara dari para koalisi telah dilakukan pada Sabtu. Serangan dilakukan di daerah yang dikuasai Huthi di mana pesawat itu jatuh.

[Gambas:Video CNN]



(eks)