Langkah PM Modi Poles India Demi Donald Trump Tuai Kritik

tim, CNN Indonesia | Minggu, 23/02/2020 23:31 WIB
Langkah PM Modi Poles India Demi Donald Trump Tuai Kritik Ilustrasi: Perdana Menteri India Narendra Modi memoles negaranya sebelum kunjungan perdana Donald Trump. (Foto: ARUN SANKAR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mengunjungi India untuk pertama kalinya pada Senin (24/2). Pelbagai persiapan dilakukan dan sebagian lagi dalam tahap finalisasi. Tapi persiapan ini dianggap mengganggu sejumlah penduduk setempat, termasuk monyet-monyet di sana.

Salah satunya adalah sebuah tembok panjang yang dibangun dalam waktu singkat sepanjang rute Ahmedabad di India Barat ke Stadion Sardar Patel yang baru. Berdasarkan kesaksian penduduk setempat, tembok ini dibangun untuk menutupi permukiman kumuh. Namun, hal tersebut dibantah pemerintah India.

Seorang penduduk daerah kumuh, Sardar Sarania merasa kecewa bahkan jijik dengan keputusan Perdana Menteri India Narendra Modi yang terkesan memanipulasi kenyataan.


"Modi seharusnya membuat semuanya baik dan perkembangan di mana-mana kan? Tapi ia menyembunyikan kami di belakang sini," tutur Sarania seperti dilansir AFP.


"Kami dibuat tidak terlihat. Jadi selokan itu tempat kami hidup. Trump tidak akan melhat kami. Itu alasan mereka membangun tembok ini," Sarania menegaskan.

Tak hanya membangun tembok, pemerintah India melalui Departemen Pengendalian Gangguan Sapi dan Anjing (CDNCD) juga membuat tim khusus untuk memindahkan anjing dan sapi liar dalam radius tiga kilometer dari rute yang akan dilewati Donald dan Melania Trump.

Hal tersebut dilakukan demi mencegah berulangnya kejadian iring-iringan Menteri Luar Negeri AS John Kerry menabrak salah satu anjir liar di India pada 2015 silam.

Selain itu, satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal dan Departemen Kehutanan diminta mencegah burung serta kawanan monyet keluar dari jalur Angkatan Udara One di landasan pacu Bandara Ahmedabad.

"Dalam 10 hari terakhir, kami telah menangkap 45 monyet. Mereka datang untuk mencari makanan," kata Raag Patel dari Yayasan Konservasi Alam.


Raag Patel menuturkan puluhan monyet yang ditangkap dimasukkan kandang beserta makanannya, kemudian dikirim ke lokasi yang jauh lantas dilepaskan.

Saat berada di India, Donald Trump dijadwalkan menyaksikan keindahan matahari terbenam di Taj Mahal, Agra. Taj Mahal pada abad ke-17 dibangun lebih dari 20 ribu buruh, pematung, kaligrafi bersama seribu gajah dan indah terbangun dalam 16 tahun.

Namun, waktu serta polusi udara membuah Taj Mahal termakan waktu, mulai menguning bahkan terkelupas. Demi Trump, Taj Mahal mendapatkan perawatan penuh untuk pertama kalinya.


"Kami menyelesaikan perawatan pada Kamis. Itu sudah direncanakan. Tapi perawatannya untuk persiapan kedatangan Trump," kata Survei Arkeologi India vasant Swarnkar kepada AFP.

Perwakilan pemerintah juga membuang air dalam jumlah besar ke Sungai Yamuna yang mengalir berdampingan dengan Taj Mahal. Hal ini dilakukan untuk mengurangi bau limbah cair dan limbah industri.

"Langkah ini tetap membuat air Yamuna tidak cocok untuk minum. Tapi dapat mengurangi bau busuk dari sungai," ucap Arvind Kumar, Insinyur Dewan Pengendalian Polusi Uttar Pradesh.

[Gambas:Video CNN] (chr/NMA)