Mobil Tabrak Kerumunan Pawai di Jerman, Puluhan Orang Terluka

CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 01:40 WIB
Mobil Tabrak Kerumunan Pawai di Jerman, Puluhan Orang Terluka Ilustrasi kecelakaan. Puluhan orang, termasuk anak-anak, yang sedang berpawai di Jerman menjadi korban luka-luka setelah mobil menabrak mereka dengan kecepatan penuh. (Istockphoto/ Rvimages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Jerman menyebut puluhan orang, termasuk anak-anak, terluka dalam insiden sebuah mobil menabrak kerumunan peserta pawai di sebuah kota di negara tersebut, Senin (24/2). Supir mobil itu sudah ditahan oleh pihak kepolisian.

Seorang juru bicara kepolisian kota Volkmarsen, Provinsi Hasse yang merupakan tempat kejadian perkara, mengatakan kepada AFP bahwa dugaan insiden itu disengaja adalah "terlalu dini".

"Ada puluhan yang terluka, termasuk beberapa luka parah," kata juru bicara tersebut.


Berbicara kepada kantor berita DPA, seorang juru bicara polisi menambahkan bahwa anak-anak menjadi bagian dari korban luka-luka.


Sejumlah gambar yang diambil dari TKP menunjukkan petugas polisi dan ambulans berada di sebelah mobil Mercedes hatchback perak yang terparkir di luar sebuah pasar swalayan.

Tumpukan puing terlihat di jalan di sebelah mobil perak itu, termasuk gerobak kayu yang hancur, traffic-cone yang pecah, dan botol sparkling wine yang berantakan.

Sementara itu, di sisi-sisi jalan, puluhan orang dengan kostum warna-warni hilir mudik di sekitar lokasi kejadian.

Menurut saksi mata yang dikutip oleh media lokal, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat.

"Saksi mata mengatakan supir tersebut melewati penutup jalan dan melaju ke kerumunan pawai dengan kecepatan penuh," kata saksi tersebut.


Peristiwa ini terjadi usai penembakan oleh seorang pria bersenjata sayap kanan di Hanau, Rabu (19/2), yang menewaskan 10 orang dan membuat Jerman waspada.

Insiden mobil menabrak kerumunan ini terjadi di daerah yang sedang merayakan Rose Monday, sebuah festival tahunan ketika orang dewasa juga anak-anak mengenakan kostum dan berparade sembari bermain musik dan saling melemparkan permen.

Kepolisian Hasse mengumumkan melalui Twitter bahwa seluruh parade karnaval di seluruh penjuru daerah itu telah dibatalkan sebagai tindakan pencegahan kejadian serupa. (AFP/end)