Pertama dalam Sejarah, Raja Arab Saudi Jamu Rabi Israel

CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 16:55 WIB
Pertama dalam Sejarah, Raja Arab Saudi Jamu Rabi Israel Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saudi menjamu Rabi David Ronsen dari Israel untuk pertama kalinya. (Foto: AFP PHOTO / FAYEZ NURELDINE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saudi, dilaporkan bertemu dan menyambut pendeta Yahudi berbasis di Israel, Rabi David Ronsen, di istana kerajaan di Riyadh, pada pekan lalu.

Momen ini disebut sebagai yang pertama kali terjadi dalam sejarah modern. Jamuan Raja Salman ini juga dianggap sejumlah pihak menandakan keinginan Saudi untuk lebih membuka diri terhadap dunia Barat.

"Itu adalah pertemuan yang menakjubkan. Pengalaman yang benar-benar istimewa. Dan bukan hanya pertemuan dengan raja. Hal yang paling menarik adalah bertemu dengan para pemuda dan pandangan mereka terhadap transformasi yang sedang terjadi di negara mereka," kata Ronsen kepada Times of Israel, Senin (24/2).


Jamuan itu dilakukan Raja Salman saat menggelar Dialog Pusat antar-Budaya dan antar-Agama Raja Abdullah (KAICIID). 

Pertemuan antar-kelompok agama ini juga yang pertama digelar oleh Raja Salman sebagai pemimpin jajaran direksi KAICIID yang dibentuk delapan tahun lalu. Selama ini, Raja Saudi tak pernah mengundang jajaran direksi KAICIID secara personal ke kediamannya.

[Gambas:Video CNN]

"Dua tahun lalu, pihak berwenang Saudi tidak mempertimbangkan untuk mengundang kami dan terutama saya sebagai seorang rabi. Karena itu, jamuan di istana kerajaan ini adalah momen revolusioner," kata Ronsen.

Dilansir The Jerusalem Post, Ronsen merupakan seorang tokoh kerja sama antar-keyakinan. Ia merupakan satu dari delapan pemimpin direksi KAICIID yang mewakili umat Yahudi.

Sementara itu, tujuh pemimpin direksi lainnya mewakili agama Islam, Buddha, Kristen, dan Hindu.

Ronsen juga merupakan warga Israel dan statusnya itu menjadikan pertemuan dia dengan Raja Salman semakin tidak biasa.

Meski begitu, Ronsen kehadirannya dalam forum itu adalah untuk mewakili agama dan dunia Yahudi, bukan arus politik tertentu.

"Saya diundang Raja Salman sebagai wakil umat Yahudi, bukan dalam identitas nasional tertentu," ucap Ronsen. (rds/evn)