Cara WNI Melepas Rindu Dalam Karantina Kapal Diamond Princess

CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 19:27 WIB
Cara WNI Melepas Rindu Dalam Karantina Kapal Diamond Princess Puluhan WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Princess di Jepang mengobati kerinduan dengan cara menelepon keluarga masing-masing. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Denpasar, CNN Indonesia -- Sejumlah warga Indonesia (WNI) yang bekerja di kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama, Jepang, saat ini masih tertahan karena pemerintah setempat memperpanjang masa karantina untuk mencegah penyebaran virus corona (covid-19). Untuk melepas rasa jenuh dan rindu, mereka memilih mengontak keluarga melalui ponsel setiap ada waktu luang.

Di sela-sela waktu luang, WNI kru kapal pesiar memanfaatkan waktu untuk berkabar kepada keluarga. Hal ini yang sering mereka lakukan setelah kapal tersebut dikarantina sejak tiga pekan lebih karena wabah corona.


"Saya sering menghubungi keluarga dan berkabar. Untuk komunikasi kami lancar sejak pertama dikarantina di sini (Yokohama)," ujar salah satu kru Diamond Princess asal Tabanan, Bali, I Wayan Sudiarta, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (25/2).


Sudiarta mengatakan, mereka tidak kesulitan menghubungi keluarga karena disediakan fasilitas sambungan nirkabel (WiFi) secara cuma-cuma oleh perusahaan.

"Company memberikan free WiFi untuk semua kru kapal. Jadi komunikasi kami keluarga sangat terbantu. Company sangat-sangat peduli dengan kami. Saat ini company juga menunggu jawaban dari embassy (terkait kepastian pemulangan)," ujar Sudiarta.

Selama masa karantina, Sudiarta menilai pemerintah Jepang di Yokohama juga melayani kru kapal dengan baik. Dari segi logistik, mereka tidak kekurangan apa pun.

Akan tetapi, sebaik-baiknya pelayanan yang diberikan, mereka tetap ingin pemerintah Indonesia segera melakukan evakuasi.

"Pemerintah Jepang memperlakukan kami dengan baik. Untuk semua kebutuhan seperti makan minum, kami semua tidak kekurangan apapun. Company dan aparat sangat peduli dengan kru," kata dia.

[Gambas:Video CNN]

Seluruh penumpang kapal Diamond Princess sudah diturunkan. Meski demikian, para awak masih harus tetap bekerja menjalankan kewajiban.

Rajin Bersih-Bersih

Tinggal di kapal yang menjadi tempat penyebaran virus corona membuat awak kapal Diamond Princess harus ekstra bersih. Hal yang paling sering mereka lakukan adalah rajin mencuci tangan.

"Kami menjaga kesehatan dengan cara kami masing-masing, dengan sebaik mungkin. Misalnya dengan rajin cuci tangan," ujar Sudiarta.

Selain menjaga kebersihan diri saat makan, minum bahkan beraktivitas lainnya, mereka juga sering mencuci tangan untuk menguatkan diri sendiri.

"Ini agar saya kuat, agar saya tidak down," ujarnya.


Awak kapal Diamond Princess lainnya, Ketut Janu Artika asal Klungkung, Bali mengatakan, kegiatan kru di dalam kapal saat ini hanya bersih-bersih saja. Di dalam kapal pesiar itu sudah tidak ada lagi penumpang.

"Kegiatan di dalam kapal cuma bersih-bersih saja. Saya sudah tes, dan saya sehat. Lalu terkait kabar pemulangan (dari pemerintah Indonesia) belum ada kapan kepastiannya," ujar Janu. (put/ayp)