Tiga Negara Timteng Klaim Tertular Virus Corona dari Iran

CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 04:22 WIB
Tiga Negara Timteng Klaim Tertular Virus Corona dari Iran Ilustrasi. Kuwait, Bahrain, dan Irak mengklaim warga mereka tertular virus corona (covid-19) setelah berkunjung ke Iran. (MOHD RASFAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kuwait, Bahrain, dan Irak mengonfirmasi kasus virus corona (covid-19) pertama di negara masing-masing pada Senin (24/2) kemarin. Mereka mengklaim warganya tertular setelah berkunjung ke Iran.

Kuwait melaporkan tiga kasus virus corona, sementara Bahrain dan Irak masing-masing satu kasus positif virus serupa SARS tersebut.


Kementerian kesehatan ketiga negara masing-masing menuturkan para pasien positif corona tersebut dikabarkan baru berkunjung dari Iran. Di negara itu kini tercatat memiliki 61 orang terinfeksi virus corona, dan 12 orang di antaranya meninggal.


Tiga pasien positif corona di Kuwait termasuk dari 700 warga yang dievakuasi pemerintah dari Kota Mashhad pekan lalu.

"Uji lab yang dilakukan kepada setiap orang yang baru datang dari Kota Mashhad menunjukkan ada tiga orang yang terkonfirmasi terinfeksi Covid-19," bunyi pernyataan Kementerian Kesehatan Kuwait seperti dikutip Channel NewsAsia, Selasa (25/2).

Kemenkes Kuwait memaparkan ketiga pasien positif corona berusia 53 tahun yang merupakan warga lokal, seorang warga Arab Saudi berusia 61 tahun, dan seorang warga tanpa kewarganegaraan berusia 21 tahun.

[Gambas:Video CNN]

"Ketiga kasus virus corona tengah diobservasi oleh pejabat kesehatan terkait," ucap Kemenkes Kuwait.

Sementara itu, Kemenkes Bahrain juga melaporkan bahwa pasien positif corona di negaranya memiliki riwayat perjalanan dari Iran baru-baru ini. Pasien itu didiagnosis positif corona berdasarkan gejala-gejala yang timbul.

Irak juga mengonfirmasi bahwa pasien positif corona di negaranya merupakan mahasiswa teologi asal Iran yang berasal dari Kota Najaf. Pelajar itu masuk ke Irak sebelum pemerintah menutup perbatasan dari Iran.

"Hasil tes laboratorium dilakukan pada seorang mahasiswa teologi yang merupakan warga negara Iran. Keputusan menghentikan perjalanan telah mengungkapkan dia sakit akibat terpapar virus corona," bunyi pernyataan Kemenkes Irak.


Irak menuturkan pasien tersebut sudah dikarantina dengan pengamatan staf medis berstandar internasional.

Selain ketiga negara itu, Afghanistan juga mengonfirmasi kasus virus corona pertama. Pasien tersebut juga dikabarkan mengidap Covid-19 setelah melakukan perjalanan dari Iran. (rds/ayp)