Korban Jiwa Bertambah, Korsel Catat 1.146 Kasus Virus Corona

CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 14:51 WIB
Korban Jiwa Bertambah, Korsel Catat 1.146 Kasus Virus Corona Satu orang meninggal, menjadikan total 12 pasien meninggal karena virus corona di Korea Selatan. (Foto: YONHAP / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Selatan kembali mencatat satu kematian karena infeksi virus corona pada Rabu (26/2). Tercatat 12 korban meninggal dunia karena infeksi Covid-19.

Korban merupakan seorang pria (73) yang sebelumnya mengidap diabetes. Ia diketahui sebagai anggota sekte Gereja Yesus Shincheonji di Daegu.

Mengutip CNN, hingga Rabu, wabah virus corona di Korea Selatan mencapai 1.146 kasus dengan 169 diantaranya tercatat sebagai kasus baru.


Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KCDC) mencatat sekitar 134 diantara kasus baru berasal dari Kota Daegu.

Sebelumnya, seorang personel militer Amerika Serikat di Korea Selatan dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Komando militer AS di Korea Selatan atau US Forces Korea (USFK) mengonfirmasi personel itu berusia 23 tahun dan berbasis di Kamp Carrol.

"Dia sempat mengunjungi Kamp Walker pada 24 Februari lalu dan Kamp Carrol 21-25 Februari lalu," bunyi pernyataan USFK seperti dilansir CNN.

[Gambas:Video CNN]

USFK memastikan personelnya itu saat ini telah dikarantina di asrama. Pihak USFK bersama KCDC secara aktif melacak kemungkinan personel lain terinfeksi corona.

Hingga Rabu, korban meninggal akibat wabah corona di seluruh dunia mencapai 2.763 jiwa. Sebanyak 2.715 diantaranya berasal dari dataran China, sementara 48 kematian di luar Negeri Tirai Bambu.

Total infeksi corona di China mencapai 78.064 kasus. Komisi Kesehatan Nasional China mencatat 406 kasus baru dalam 24 jam.

Di luar China, kasus penyebaran virus corona terbanyak terjadi di Korea Selatan. Sementara di luar Asia, Italia menjadi negara terbanyak di Eropa dengan 322 kasus dan 10 kematian.

Perdana Menteri Italia menyalahkan sejumlah rumah sakit di utara negara Eropa itu yang dinilai lalai mengikuti standar prosedur sehingga menyebabkan kasus virus corona melonjak. (CNN/evn)