WNI di Kapal Diamond Princess Gembira Segera Dievakuasi

CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 18:21 WIB
WNI di Kapal Diamond Princess Gembira Segera Dievakuasi Kabar rencana evakuasi dari pemerintah disambut baik puluhan WNI awak kapal Diamond Princess yang dikarantina akibat virus corona. (Ap/Jae C. Hong)
Denpasar, CNN Indonesia -- Sejumlah warga Indonesia (WNI) yang menjadi awak kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Yokohama, Jepang, karena virus corona (covid-19) menyambut baik kabar pemerintah Indonesia segera menjemput mereka menggunakan pesawat.

"Tentu kami senang (dijemput pesawat). Kami menunggu untuk segera bisa pulang," ujar kru kapal Diamond Princess asal Bali, I Wayan Sudiarta, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Kamis (27/2).

Sudiarta mengatakan, saat ini yang tersisa di dalam kapal hanya ABK asal Indonesia dan kapten kapal. Sedangkan kru kapal asal negara lain sudah dijemput oleh pemerintah masing-masing.


"Sekarang yang tersisa di kapal hanya kru dari Indonesia dan kapten kapal saja. Kami masih menunggu kabar itu (waktu penjemputan)," kata Sudiarta.

Meski demikian, Sudiarta dan sejumlah rekannya masih menanti kepastian rencana evakuasi tersebut. Sebab, kapal pesiar harus dikosongkan pada Sabtu (29/2) mendatang.


Menurut dia, petugas dari Jepang akan melakukan pembersihan dan sterilisasi kapal dari virus corona. Sudiarta mengaku mendapat informasi bahwa mereka akan diturunkan dari kapal dan dikarantina terlebih dulu.

Proses itu akan mulai dilakukan pada 1 Maret mendatang.

"Tanggal 1 Maret sudah mulai karantina. Kami akan dibawa ke darat. Tapi saya tidak tahu di darat bagian mana, jauh atau dekat kapal juga tidak tahu," ujarnya.

Kata Sudiarta, kapten kapal Diamond Princess sudah menunggu konfirmasi dari Pemerintah Indonesia terkait kepastian waktu penjemputan sejak empat hari lalu. Namun kabar penjemputan baru datang hari ini, itu pun hanya soal dijemput dengan pesawat dan waktunya belum ada kejelasan.

"Sebenarnya dari empat hari lalu ditunggu konfirmasi Indonesia oleh kapten kapal, tapi belum juga ada. Kabar baru hari ini datang," kata Sudiarta.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy telah menyatakan pemerintah bakal menjemput 68 WNI anak buah kapal (ABK) Kapal Pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Yokohama, Jepang.

Hal itu ia sampaikan usai menggelar rapat terkait penanganan virus corona dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Kepala BNPB Doni Monardo di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, hari ini.

"Menindaklanjuti keputusan Bapak Presiden dan arahan beliau yang telah memutuskan bahwa pemerintah akan mengevaluasi warga negara Indonesia anak buah kapal Diamond Princess yang bersandar di Yokohama yang untuk sementara jumlahnya 68 orang dengan pesawat," kata Muhadjir.

[Gambas:Video CNN]

Berkurang

Retno menyatakan satu dari sembilan WNI ABK Diamond Princess dinyatakan negatif terinfeksi virus corona (Covid-19), setelah sebelumnya dinyatakan positif virus tersebut.

"9 sampai kemarin dinyatakan positif. Tetapi dari 9 kasus tersebut 1 sudah dinyatakan negatif ya kan. jadi yang positif tinggal 8," kata Retno di Kantor Kemenko PMK, Jakarta.

Lebih lanjut, Retno mengatakan hingga saat ini WNI ABK kapal Diamond Princess yang negatif virus corona berjumlah 70 orang. Ia menyatakan nantinya pemerintah akan melakukan evakuasi terhadap 68 WNI di kapal tersebut menggunakan pesawat ke Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Riau.


Sementara dua orang WNI lainnya di kapal itu memilih sukarela untuk tak dievakuasi ke Indonesia. Ia menyatakan info itu didapatkan dari perusahaan pemilik kapal Diamond Princess.

"Ini sifatnya sukarela sehingga kalau ada warga negara kita yang menyatakan atau memutuskan untuk tinggal maka kita tidak bisa memaksa beliau-beliau untuk dievakuasi," kata Retno. (put/ayp)