Pakistan Konfirmasi Dua Kasus Corona, Warga Diminta Tak Panik

CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 04:23 WIB
Pakistan Konfirmasi Dua Kasus Corona, Warga Diminta Tak Panik Ilustrasi penanganan pasien corona. Pemerintah Pakistan mengonfirmasi temuan pertama virus corona dengan dua kasus dan meminta masyarakatnya tak panik.(Chinatopix via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Pakistan, pada Rabu (26/2), mengumumkan temuan dua kasus pertama infeksi virus corona Covid-19 di negara tersebut. Hal itu dilakukan beberapa hari setelah negara itu menutup perbatasan dengan Iran.

"Saya dapat mengonfirmasi dua kasus virus corona di Pakistan. Keduanya dirawat berdasarkan protokol standar klinis dan keduanya dalam kondisi stabil. Tidak perlu panik, semuanya di bawah kendali," kata Menteri Kesehatan Pakistan, Zafar Mirza melalui kicauan di Twitter.

Sebuah pernyataan dirilis oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sindh yang berisi bahwa kasus positif corona pertama di Karachi adalah seorang pria berusia 22 tahun. Ia diketahui memiliki riwayat perjalan ke Iran baru-baru ini.


Media pemerintah kemudian mengutip Mirza yang mengatakan kasus kedua berada di wilayah federal yang pada umumnya mengacu pada ibu kota Islamabad.


AFP melaporkan kekhawatiran merebak di warga Pakistan terkait kesiapan pemerintah mereka dalam menghadapi wabah virus corona, terutama dari tetangga mereka, Iran, yang kini menjadi episentrum wabah baru di luar China.

Pakistan menghadapi kasus virus corona di tengah kondisi perbatasan yang rapuh, rumah sakit yang tua, dan populasi buta huruf yang tinggi.

Pemerintah daerah Balochistan yang terletak di barat daya negara tersebut dan berbatasan langsung dengan Iran telah meliburkan seluruh sekolah dan instansi pendidikan setempat.

"Kami telah memutuskan untuk menutup seluruh institusi pendidikan pemerintah maupun swasta dengan dasar keamanan," kata Kepala Dinas Pendidikan Balochistan, Sardar Yar Muhammad Rind kepada AFP.

Sementara itu, tetangga Pakistan, Iran terus menghadapi jumlah kasus wabah virus corona yang meningkat. Kini, ada 139 kasus dengan 19 kematian.

Di sisi lain, Afghanistan yang juga berbatasan langsung dengan Pakistan turut melaporkan kasus pertama virus corona di sana pada Senin (24/2).


Sementara Pakistan menutup perbatasan dengan Iran, pemerintah setempat masih mempertahankan perjalanan udara dari dan menuju China. Hal itu dikarenakan perjalanan udara menjadi akses utama perdagangan dua negara.

"Sayangnya, ada konsep pencegahan yang terbatas. Saya khawatir pemerintah tidak siap sama sekali untuk kondisi gawat darurat kesehatan," kata pakar kesehatan Pakistan, Arshad Altaf kepada AFP.

Sebelum mengumumkan kasus virus corona pertama, Pakistan pada pekan ini telah mengarantina setidaknya 270 orang dekat perbatasan Iran setelah sekelompok peziarah kembali dari negara Islam itu dan bercampur di antara masyarakat. (AFP/end)