Australia Catat Kematian Pertama Akibat Virus Corona

CNN Indonesia | Minggu, 01/03/2020 09:53 WIB
WN Australia eks penumpang kapal Diamond Princess meninggal dan menjadikannya kematian pertama akibat Virus Corona itu di negara itu. Ilustrasi. (YONHAP / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak berwenang Australia melaporkan seorang pria asal Perth meninggal setelah terinfeksi Virus Corona atau Covid-19. Ini menjadi kematian pertama akibat virus corona di Negeri Kanguru.

Kepala Petugas Kesehatan di Negara Bagian Barat Australia, Andrew Robertson, memaparkan pria berusia 78 tahun itu meninggal di Rumah Sakit Sir Charles Gairdner pada Minggu (1/3) pagi.

Dilansir Sydney Morning Herald, Pria tersebut bersama istrinya itu merupakan penumpang kapal pesiar Jepang, Diamond Princess, yang sempat dikarantina di perairan Yokohama, Jepang. Secara keseluruhan, ada 164 WN Australia yang menjadi penumpang kapal itu.


Setelah dipulangkan ke Negeri Kanguru, pasangan itu bersama ratusan warga Australia lainnya langsung menjalani karantina lagi di Rumah Sakit Perth.

Pria tersebut sempat dievakuasi bersama istrinya ke Darwin pada awal Februari dan kembali ke Perth pada 21 Februari.

Kementerian Kesehatan Australia mengonfirmasi istri pria tersebut juga terinfeksi Virus Corona pada Jumat pekan ini.

Sejauh ini, Australia mencatat ada 25 kasus Virus Coronadi negaranya.

Canberra telah memberlakukan larangan masuk turis dari berbagai negara terpapar Corona, seperti Iran yang memiliki 593 kasus dan 43 kematian akibat virus ini, atau yang terbanyak di Timur Tengah

[Gambas:Video CNN]
Australia juga tengah mempertimbangkan untuk mengetatkan perjalanan dari dan menuju Italia, negara dengan kasus Virus Corona terbanyak di Eropa.

Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt menuturkan Komite Perlindungan Kesehatan telah menggelar rapat untuk meninjau imbauan-imbauan perjalanan yang diperlukan.

Ia menuturkan telah meminta Wakil Kepala Petugas Kesehatan Australia, Profesor Paul Kelly, untuk mempertimbangkan peningkatan level perjalanan bagi Italia.

"Saya telah meminta mereka secara spesifik hari ini untuk mempertimbangkan imbauan perjalanan yang cocok untuk Italia. Hal yang baik adalah mereka memberikan saran tanpa rasa takut atau bergantung dan kami telah menerapkannya tanpa rasa takut," kata Hunt.

"Tetapi saya secara khusus meminta mereka hari ini untuk mempertimbangkan apakah pengaturan yang sekarang perlu diubah dengan cara atau bentuk apapun," ucapnya menambahkan.

Per hari ini, jumlah korban meninggal akibat Covid-19 berjumlah 2.978 jiwa. Sebagian besar korban meninggal terdapat di daratan China.

Sebanyak 86.991 orang juga tercatat terinfeksi Virus Corona di seluruh dunia per hari ini. Namun, 42.326 orang juga telah dinyatakan sembuh dari penyakit serupa SARS tersebut.

(rds/arh)